Pemkot Terima Bantuan 15 Set Tong Sampah

Admin
Serah terima tong sampah bantuan CSR BNI, Kamis (3/9).
A-AA+A++

‎PANGKALPINANG – Pemerintah Kota Pangkalpinang menerima bantuan CSR dari BNI berupa 15 set tong sampah untuk mendukung program Pangkalpinang Bersih dan Indonesia Asri.

‎Serah terima bantuan tersebut berlangsung di halaman Rumah Dinas Wali Kota Pangkalpinang, Kamis (3/9/2026).

‎Wali Kota Pangkalpinang Saparudin mengatakan, bantuan dari BNI tersebut nantinya akan ditempatkan di sejumlah fasilitas dan ruang publik di Kota Pangkalpinang.

‎“Tong sampah dari BNI sebanyak 15 set. Di sini ada tiga set, totalnya ada 15 set yang dibantu. Kita akan letakkan di tempat-tempat umum,” kata Saparudin.

‎Menurutnya, bantuan tersebut menjadi bagian dari sinergi dan kolaborasi Pemkot Pangkalpinang bersama berbagai stakeholder, khususnya BUMN, dalam mendukung program kebersihan kota.

‎“Alhamdulillah dalam program Pangkalpinang Bersih, Indonesia Asri, kita memang bersinergi dan berkolaborasi dengan stakeholder, teman-teman dari BUMN, termasuk sore hari ini melalui BNI yang telah membantu untuk mendukung program Indonesia Asri, Pangkalpinang Bersih yang sudah dicanangkan,” ujarnya.

‎Saparudin berharap dukungan serupa dapat terus bertambah dari mitra lainnya, sehingga sarana pengelolaan dan pemilahan sampah dapat tersedia di berbagai tempat umum.

‎Ia menjelaskan, Pemkot Pangkalpinang juga tengah menjalankan program pemilahan sampah di sejumlah titik publik, sekolah, serta tempat-tempat umum lainnya.

‎Selain penyediaan sarana pemilahan sampah, Pemkot Pangkalpinang juga mulai memperkuat pengelolaan sampah melalui pembangunan dan revitalisasi Tempat Pengolahan Sampah Reduce, Reuse, Recycle atau TPS3R.

‎“Tahun ini kita mendapatkan satu unit TPS3R dari Kementerian PU di Air Kepala Tujuh. Kemudian kita akan revitalisasi dua unit TPS3R, satu di Genas dan satu lagi di Ketapang,” jelasnya.

‎Dengan demikian, terdapat empat TPS3R yang diprogramkan pada 2026. Pemkot Pangkalpinang juga berharap dukungan PT Timah untuk satu unit TPS3R sehingga totalnya menjadi lima unit.

‎“Mudah-mudahan dari PT Timah juga ada satu TPS3R, jadi total insyaallah tahun 2026 ini ada lima,” katanya.

‎Sementara untuk 2027, Pemkot Pangkalpinang menargetkan penambahan dua unit TPS3R.

‎Langkah tersebut diharapkan dapat memperkuat sistem pengelolaan sampah sehingga persoalan sampah di Kota Pangkalpinang dapat ditangani secara lebih menyeluruh.

‎Selain TPS3R, Pemkot Pangkalpinang juga menyiapkan penataan TPA. Saparudin mengatakan, sebagian area TPA yang sudah tidak aktif akan dilakukan penutupan dan nantinya diarahkan menjadi kawasan hutan.

‎“TPA sudah mulai dilakukan penutupan sebagian. Tempat-tempat TPA yang posisinya pasif, artinya tidak ada lagi pembuangan di situ, itu akan kita tutup dan kita akan jadikan hutan,” ungkapnya.

‎Sedangkan area TPA yang masih digunakan akan tetap ditangani sembari pemerintah menyiapkan TPST (Tempat Pengolahan Sampah Terpadu).

‎Menurut Saparudin, TPST nantinya akan menangani residu yang dihasilkan dari TPS3R. Ia menjelaskan, residu dari proses pengolahan di TPS3R rata-rata sekitar 30 persen.

‎“Kalau misalnya kapasitas TPS3R-nya 10 ton, berarti ada tiga ton residunya. Nah, tiga ton ini akan kita kirim ke TPST, nanti di TPST akan dimusnahkan,” jelasnya.

‎Saparudin menyebut pola tersebut merupakan bagian dari ekosistem pengelolaan sampah yang sedang dibangun Pemkot Pangkalpinang.

‎Ia berharap dukungan dan kolaborasi dari berbagai stakeholder terus berlanjut, sehingga program Pangkalpinang Bersih dapat berjalan optimal dan mampu menyelesaikan persoalan sampah di Kota Pangkalpinang.

‎“Mudah-mudahan bisa didukung oleh stakeholder kita seperti pada sore hari ini, sehingga kita bisa menyelesaikan persoalan-persoalan sampah di Kota Pangkalpinang,” pungkasnya. (Adv)