PANGKALPINANG – Satu unit rumah layak huni di Kelurahan Air Kepala Tujuh, Kecamatan Gerunggang, Kota Pangkalpinang, resmi diserahterimakan kepada keluarga Usman, Selasa (22/9/2026).
Pembangunan rumah tersebut merupakan bagian dari Program Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat melalui dukungan tanggung jawab sosial perusahaan atau CSR PT Mitra Stannia Bemban.
Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Kota Pangkalpinang, Bartholomeus Suharto, mengatakan rumah yang telah selesai tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah menangani kebutuhan rumah layak huni di daerah.
“Dari 2.697 rumah yang masih perlu dibantu, hari ini satu rumah selesai dengan adanya bantuan CSR, dalam hal ini dari PT Stannia Bemban,” katanya.
Menurutnya, selain dukungan CSR, Pemkot Pangkalpinang juga mengalokasikan APBD untuk pembangunan 10 unit rumah layak huni pada tahun ini.
Dukungan juga datang dari pemerintah pusat melalui Satuan Kerja Perumahan dan Kawasan Permukiman (Satker PKP) Bangka Belitung.
Suharto menyebut terdapat sejumlah usulan pembangunan rumah melalui program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS).
“Pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan CSR bersinergi, berkolaborasi untuk adanya pembangunan rumah layak huni bagi masyarakat,” ujarnya.
Suharto menuturkan, proses pembangunan rumah milik Usman berlangsung relatif cepat.
Setelah pihaknya berkoordinasi dengan perusahaan pada 18 Juni 2026, survei dilakukan dan proposal kemudian diproses hingga mendapat persetujuan pembangunan satu unit rumah.
“Waktu singkat, satu setengah bulan rumah ini selesai. Cepat sekali dan cukup bagus,” ungkapnya.
Selain pembangunan rumah di Air Kepala Tujuh, Suharto menyebut dukungan PT Mitra Stannia Bemban juga diberikan untuk pembangunan toilet di kawasan Taman Sari dan Taman Dealova, masjid di Perumahan Bukit Intan Asri, serta gereja di Pangkalbalam.
Ia berharap kolaborasi antara pemerintah dan pihak swasta dapat terus diperkuat sehingga semakin banyak masyarakat memperoleh hunian yang layak. (BM)


Tidak ada Respon