2 Ton Beras SPHP Dijual dengan Harga Distributor

Admin
A-AA+A++

‎PANGKALPINANG – Pemerintah Kota Pangkalpinang kembali menggelar Gerakan Pangan Murah sebagai upaya menjaga stabilitas harga dan ketersediaan bahan pokok di tengah masyarakat.
‎
‎Kegiatan yang berlangsung di halaman Koramil 0413-05 Taman Sari, Kamis (5/11/2026), menghadirkan sejumlah distributor dan agen yang menjual berbagai kebutuhan pangan dengan harga distributor.
‎
‎Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Kota Pangkalpinang, Juhaini, mengatakan GPM kali ini merupakan pelaksanaan ke-13 yang telah diselenggarakan pemerintah kota sepanjang 2026.
‎
‎”Gerakan pangan murah hari ini diikuti Bulog yang menjual beras SPHP sebanyak 2 ton. Kemudian ada distributor Dayat yang menyediakan cabai, bawang dan komoditas lainnya, termasuk agen telur ayam. Semua produk dijual dengan harga distributor,” kata Juhaini.
‎
‎Ia menjelaskan, pelaksanaan GPM di Pangkalpinang terbagi dalam beberapa skema, yakni kegiatan mandiri, kerja sama dengan Bank Indonesia, serta program yang bersumber dari APBD.
‎
‎Dari total pelaksanaan tersebut, empat kegiatan merupakan hasil kerja sama dengan Bank Indonesia, sementara program melalui APBD direncanakan sebanyak lima kali.
‎
‎Empat di antaranya telah terlaksana dan satu kegiatan lainnya dijadwalkan melalui APBD Perubahan.
‎
‎”Jadi hari ini GPM mandiri yang keempat, sehingga jumlah keseluruhannya sudah 13 kali,” ujarnya.
‎
‎Menurut Juhaini, berdasarkan peta jalan pengendalian inflasi daerah 2026-2027, Pemerintah Kota Pangkalpinang menargetkan pelaksanaan GPM maksimal sebanyak 24 kali.
‎
‎Langkah tersebut menjadi salah satu strategi pemerintah daerah dalam mengendalikan inflasi, terutama melalui upaya menjaga ketersediaan stok bahan pangan.
‎
‎Juhaini berharap kegiatan tersebut dapat membantu masyarakat memenuhi kebutuhan sehari-hari dengan harga lebih terjangkau, terlebih saat ini wilayah Pangkalpinang mulai memasuki musim penghujan.
‎
‎”Harapan kita dengan adanya GPM ini dapat meringankan beban masyarakat. Apalagi sekarang sudah masuk musim penghujan, sementara beberapa komoditas sebelumnya mengalami kenaikan harga. Mudah-mudahan kegiatan ini bisa membantu masyarakat memenuhi kebutuhannya,” tutupnya. (BM)