PANGKALPINANG – Kelurahan Pintu Air terus mendorong pembaruan program inovasi daerah dengan menghadirkan konsep baru bertajuk “Beranting” (Bersih, Aman, Nyaman, dan Bebas Stunting) sebagai upaya menekan angka stunting di wilayahnya.
Lurah Pintu Air, Ainal Yaqin, mengatakan inovasi tersebut merupakan pengembangan dari program sebelumnya yang dinilai sudah tidak relevan dan direncanakan untuk diganti dengan pendekatan baru yang lebih fokus pada kebutuhan masyarakat.
“Memang inovasi lama kemarin rencana dihapus, dan sekarang kami bentuk inovasi baru. Kami beri nama Beranting, yang fokus pada lingkungan bersih, aman, nyaman, dan bebas stunting,” ujarnya saat ditemui di Kantor Lurah Pintu Air, Selasa (31/3/2026).
Ia menjelaskan, pembentukan inovasi tersebut dilatarbelakangi oleh tingginya angka stunting yang sempat terjadi di wilayah Pintu Air. Namun, berkat kolaborasi lintas sektor, kondisi tersebut kini mulai menunjukkan penurunan signifikan.
Menurutnya, keberhasilan tersebut tidak lepas dari peran aktif masyarakat, kader Posyandu, serta dukungan tenaga kesehatan dari puskesmas dan Tim Penggerak PKK.
“Alhamdulillah sekarang stunting sudah jauh berkurang, bahkan bisa dikatakan sudah tidak ada lagi kasus menonjol. Ini berkat kerja sama semua pihak,” katanya.
Ainal juga menyebutkan bahwa capaian tersebut diperkuat dengan prestasi Posyandu di wilayahnya yang berhasil meraih penghargaan tingkat nasional dengan peringkat kedua.
Dalam pelaksanaannya, inovasi “Beranting” disosialisasikan kepada masyarakat melalui pendekatan berbasis Rukun Tetangga dan Rukun Warga (RT/RW), sehingga program dapat berjalan secara bertahap dan menyentuh langsung ke lingkungan warga.
Selain fokus pada kesehatan, pihak kelurahan juga menaruh perhatian pada pengembangan sektor ekonomi masyarakat, khususnya pelaku UMKM di kawasan Telok Atok.
Ainal mengungkapkan, kawasan tersebut memiliki potensi besar sebagai sentra kuliner, namun saat ini mengalami penurunan aktivitas ekonomi.
“Kami ingin menghidupkan kembali UMKM di Telok Atok. Rencana kami akan membuat gapura selamat datang sebagai penanda kawasan UMKM, bekerja sama dengan perusahaan air minum,” jelasnya.
Ia menambahkan, pihak kelurahan juga akan melakukan penertiban terhadap lapak atau pondok lama yang saat ini diperjualbelikan tanpa pengelolaan yang jelas.
“Ke depan akan kami tata kembali agar lebih tertib dan bisa benar-benar dimanfaatkan oleh pelaku UMKM,” tambahnya.
Di sisi lain, Ainal turut menyampaikan harapan kepada Pemerintah Kota Pangkalpinang agar memberikan perhatian lebih terhadap sejumlah persoalan di wilayahnya, salah satunya terkait banjir yang masih terjadi meski tidak rutin setiap tahun.
“Kami berharap ada perhatian lebih, terutama untuk penanganan banjir dan pengembangan wilayah kami ke depan,” tutupnya. (BM)
Kelurahan Pintu Air Kembangkan Inovasi “Beranting” dan Tekan Angka Stunting

Komentar