PANGKALPINANG – Pemerintah Kota Pangkalpinang terus memperkuat sektor ekonomi kreatif dengan mendorong pengembangan industri kerajinan berbasis budaya dan sumber daya lokal.
Berbagai produk unggulan seperti kerajinan timah, kain cual Bangka, kerang, rotan, bambu hingga limbah daur ulang disiapkan agar mampu bersaing di pasar nasional bahkan internasional.
Kepala Dinas Pariwisata Kota Pangkalpinang, Yan Rizana, mengatakan pengembangan industri kriya menjadi salah satu strategi pemerintah untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekaligus memperkuat identitas budaya Bangka Belitung.
“Potensi kerajinan di Pangkalpinang sangat besar. Karena itu kami terus mendorong lahirnya produk-produk kreatif yang memiliki nilai ekonomi sekaligus mencerminkan kekayaan budaya daerah,” ujar Yan Rizana kepada Mediaqu.id, Kamis (30/7/2026).
Ia menjelaskan, pengembangan akan difokuskan pada pemanfaatan bahan baku lokal yang selama ini menjadi kekuatan daerah.
Selain timah yang menjadi ikon Bangka Belitung, pemerintah juga mendorong pemanfaatan kayu, rotan, bambu, kerang, kain cual Bangka, hingga limbah daur ulang menjadi produk kriya bernilai jual tinggi.
Tidak hanya mengembangkan produk, Pemkot Pangkalpinang juga akan meningkatkan kualitas para perajin melalui pelatihan desain, inovasi produk, serta peningkatan standar kualitas.
Langkah tersebut diharapkan mampu menghasilkan produk yang lebih modern tanpa meninggalkan nilai-nilai budaya lokal.
“Kami ingin para perajin mampu menghasilkan karya yang berkualitas sehingga memiliki daya saing tinggi di pasar nasional maupun internasional,” katanya.
Sebagai bentuk dukungan terhadap pelaku usaha, pemerintah juga akan memberikan pendampingan kepada UMKM melalui program inkubasi bisnis.
Pendampingan itu meliputi sertifikasi produk, perlindungan Hak Kekayaan Intelektual (HKI), hingga fasilitasi perizinan usaha agar para pelaku industri kreatif memiliki legalitas yang kuat.
Di sisi pemasaran, berbagai strategi promosi telah disiapkan. Mulai dari penyelenggaraan festival ekonomi kreatif, keikutsertaan dalam pameran, pemanfaatan marketplace digital, hingga kerja sama dengan sektor pariwisata.
“Melalui langkah tersebut, produk-produk kerajinan lokal diharapkan semakin dikenal luas dan menjadi suvenir khas Pangkalpinang yang banyak diburu wisatawan,” katanya.
Menurut Yan, keberhasilan membangun industri kriya tidak dapat dilakukan oleh pemerintah sendiri.
Karena itu, pihaknya mengedepankan kolaborasi melalui model hexahelix yang melibatkan pemerintah, akademisi, pelaku usaha, komunitas, media, dan lembaga keuangan.
“Kolaborasi menjadi kunci agar ekosistem ekonomi kreatif di Pangkalpinang tumbuh lebih kuat, inovatif, dan berkelanjutan,” ujarnya.
Program tersebut juga selaras dengan arah pengembangan ekonomi kreatif Kota Pangkalpinang yang menempatkan subsektor kriya sebagai salah satu sektor unggulan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.
Melalui berbagai program tersebut, Pemkot Pangkalpinang menargetkan meningkatnya pendapatan para perajin lokal, terbukanya lapangan kerja baru di sektor ekonomi kreatif, serta bertambahnya jumlah produk kerajinan yang memiliki identitas budaya Bangka Belitung.
“Selain memperkuat perekonomian masyarakat, pengembangan industri kriya diharapkan mampu meningkatkan daya tarik wisata belanja dan memperkokoh citra Pangkalpinang sebagai kota kreatif yang mampu mengangkat potensi budaya menjadi kekuatan ekonomi yang berkelanjutan,” pungkasnya. (BM)
Dorong Produk Lokal Agar Mampu Bersaing

Komentar