BANGKA – Anggota DPRD Provinsi Kepulauan Bangka Belitung Agung Setiawan menyoroti pentingnya ketepatan Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional agar bantuan pemerintah tepat sasaran.
Hal tersebut disampaikan Agung saat melaksanakan reses di Dusun Tanjung Ratu, Desa Rebo, Kabupaten Bangka, Sabtu (12/9/2026).
Agung menjelaskan, DTSEN terbagi dalam desil yang menggambarkan kondisi sosial ekonomi masyarakat dan menjadi salah satu acuan penyaluran berbagai bantuan, seperti PKH, bantuan sembako, Atensi hingga program Sekolah Rakyat.
“Bagaimana kalau terjadi data atau desil itu yang salah, mereka harus memperbaikinya. Sehingga ke depan sedikit demi sedikit data yang ada di pemerintah ini menjadi benar,” kata Agung.
Ia mengakui masih ada persoalan dalam pendataan, termasuk masyarakat mampu yang masih menerima bantuan sementara warga yang membutuhkan berpotensi belum mendapatkannya.
“Yang selama ini ada orang kaya masih mendapat bantuan, kita harapkan ke depan ini mulai berkurang. Yang benar-benar tidak mampu, itulah yang dibantu pemerintah,” ujarnya.
Selain DTSEN, Agung turut menyoroti kesejahteraan petani sawit. Ia menilai peningkatan kebutuhan bahan bakar nabati melalui program B50 berpotensi mendorong permintaan dan harga TBS.
“Sekarang ini harga TBS sampai Rp3.800. Di Malaysia Rp5.000. Makanya perlu diperjuangkan lagi terus, sehingga daerah-daerah kita bisa sama dengan daerah luar,” tutur Agung.
Agung mendorong masyarakat yang merasa datanya tidak sesuai untuk melakukan perbaikan melalui aparat desa maupun kelurahan.
Ia memastikan persoalan tersebut akan disampaikan kepada pemerintah, termasuk Kementerian Sosial dan Dinas Sosial Provinsi Babel. (BM)
Agung Setiawan Bahas Akurasi DTSEN



Tidak ada Respon