PANGKALPINANG – Sejumlah ASN di lingkungan Pemerintah Kota Pangkalpinang menerima Tanda Kehormatan Satyalencana Karya Satya, di antaranya Nuryanto dan Darwin.
Penyerahan tanda kehormatan tersebut dilakukan oleh Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Daerah Kota Pangkalpinang, Agustu Affendi, pada Apel Gabungan di Halaman Gedung Tudung Saji Kantor Walikota, Senin (5/10/2026)
Apel gabungan itu diikuti oleh Pejabat Tinggi Pratama, Pimpinan Perangkat Daerah, serta Camat dan Lurah se-Pangkalpinang.
Pada kesempatan tersebut juga dilakukan penyerahan Tali Asih dari Korpri bagi ASN yang pensiun, serta pembagian hadiah lomba antar perangkat daerah dalam rangka memperingati hari jadi ke 269 Kota Pangkalpinang.
Dalam amanatnya, Agustu menyampaikan apresiasi kepada para ASN yang memasuki masa purna bakti setelah puluhan tahun mengabdi.
Para pensiunan diharapkan tetap diberikan kesehatan dan dapat terus berkontribusi dalam kegiatan sosial kemasyarakatan.
Selain itu, Agustu mengingatkan ASN untuk memanfaatkan aplikasi PKP Smart yang telah diluncurkan Pemkot Pangkalpinang.
Aplikasi tersebut dapat digunakan untuk berbagai layanan, termasuk pembayaran pajak dan parkir berlangganan.
Ia meminta ASN yang belum memahami penggunaan aplikasi tersebut agar mendapat pendampingan, termasuk dari perangkat daerah terkait.
“Kalau memang belum tahu langkah-langkah mendownload aplikasi PKP Smart itu, tolong nanti bisa dibantu oleh teman-teman dari Kominfo,” katanya.
Darwin Sudah 30 Tahun Mengabdi
Setelah tiga puluh tiga tahun pengabdian sebagai aparatur sipil negara, mengantarkan Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Pangkalpinang, Darwin, menerima tanda kehormatan Satyalencana Karya Satya Periode Agustus 2026.
Penghargaan itu diserahkan secara simbolis dalam Apel Gabungan Pemerintah Kota Pangkalpinang, Senin (5/10/2026).
Penyerahan dilakukan oleh Wali Kota Pangkalpinang melalui Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Sekretariat Daerah Kota Pangkalpinang, Agustu Efendi.
Bagi Darwin, tanda kehormatan tersebut bukan sekadar penanda panjangnya masa kerja.
Setelah lebih dari tiga dekade berada dalam birokrasi, ia melihat pengabdian sebagai tanggung jawab yang harus dijalankan sebaik mungkin, termasuk ketika tugas yang diberikan berada di luar pekerjaan utama.
“33 tahun masa kerja dimulai dari CPNS sampai sekarang 2026. Alhamdulillah, sudah dapat membaktikan,” ungkapnya.
Perjalanan itu bermula pada 1994. Saat itu Darwin memulai tugas sebagai guru di MTs Negeri Sungailiat, Kabupaten Bangka.
Ia diperbantukan dari Dinas Pendidikan untuk mengajar di sekolah tersebut.
Dari ruang kelas, perjalanan karier Darwin berlanjut ke berbagai penugasan di lingkungan pemerintahan.
Hingga kini, ia dipercaya menjalankan tugas sebagai Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Pangkalpinang.
Rentang waktu 33 tahun membuat Darwin melihat pekerjaan ASN dari sudut pandang yang berbeda.
Menurut dia, tidak semua pekerjaan yang dilakukan seorang aparatur harus dipandang dari imbalan yang diterima secara administratif.
Ia meyakini ada nilai lain dari pekerjaan yang dilakukan dengan sungguh-sungguh.
“Untuk tugas-tugas tertentu yang bisa kita kerjakan itu tidak mutlak hanya kita dapat balasannya dari pemerintah. Pasti dapat nantinya balasan dari Yang Maha Kuasa, berupa amal-amal baik kita,” tuturnya.
Karena itu, Darwin mengajak ASN untuk tidak memilah tanggung jawab hanya berdasarkan tugas pokok.
Pekerjaan tambahan yang diberikan, menurut dia, tetap harus diselesaikan dengan kesungguhan yang sama.
“Yuk kita bekerja yang terbaik, buat selalu apa yang jadi tugas kita, kita selesaikan dengan sebaik-baiknya, baik itu tugas pokok maupun tugas-tugas tambahan,” ajaknya.
Pesan itu terutama ditujukan kepada ASN yang masih berada di awal perjalanan karier.
Darwin berharap generasi muda di birokrasi tidak sekadar menjalankan pekerjaan sebagai rutinitas, tetapi memahami tanggung jawab di balik jabatan yang mereka emban.
Dikatakannya, masa kerja yang panjang pada akhirnya bukan hanya soal berapa tahun seseorang berada di dalam pemerintahan.
Namun menurutnya, yang lebih penting adalah apa yang dikerjakan selama waktu tersebut.
“Harapannya, teman-teman yang lain, mari kita lakukan tugas kita dengan sebaik-baiknya, dengan apa yang dapat kita lakukan,” harapnya.
Ia kemudian menyebut satu prinsip yang menjadi pegangan dalam menjalankan tugas.
“The best if you can do it,” ujarnya.
Bagi Darwin, Satya Lencana Karya Satya menjadi salah satu penanda dari perjalanan tersebut.
Namun, penghargaan itu sekaligus menjadi pengingat bahwa pengabdian seorang ASN belum selesai hanya karena masa kerja telah panjang.
“Setiap tugas yang datang tetap menuntut tanggung jawab yang sama: dikerjakan dengan sebaik-baiknya,” pungkasnya.
Pilih Berkebun Setelah Purna Tugas
Setelah 36 tahun mengabdi sebagai aparatur sipil negara, Nuryanto, pensiunan guru SMP Negeri 8 Pangkalpinang resmi memasuki masa purna tugas pada 2026.
Nuryanto menjadi salah satu penerima tali asih dari Korpri dalam kegiatan Apel Gabungan dan penyerahan tanda kehormatan Satya Lencana Karya Satya di Halaman Kantor Wali Kota Pangkalpinang, Senin (5/10/2026).
Ia mengatakan, tali asih tersebut menjadi bentuk perhatian pemerintah daerah kepada para ASN yang telah menyelesaikan masa pengabdiannya.
“Jangan dilihat besar kecilnya nilai. Intinya semacam ada perhatian khusus bahwa purna bakti itu masih diperhatikan,” ujarnya.
Selama menjadi ASN, Nuryanto mengabdi sejak 1990 hingga 2026. Setelah pensiun, ia memilih tetap beraktivitas dengan berkebun.
Setiap pagi sekitar pukul 07.00 WIB, Nuryanto berangkat ke kebun dan pulang pada sore hari.
Sebelumnya, ia juga memiliki kegiatan membantu merawat orang sakit sebagai pekerjaan sambilan.
Nuryanto berpesan kepada ASN yang telah memasuki usia lanjut, agar tetap melakukan aktivitas yang bermanfaat selama kondisi fisik masih memungkinkan.
“Walaupun usianya sudah lanjut, kita yang masih sehat-sehat bisa aktivitas yang lain yang bermanfaat, paling tidak untuk keluarga, kalau bisa untuk orang lain,” katanya. (Adv)


Tidak ada Respon