BANGKA – Kegiatan reses masa sidang kedua, tahun sidang kedua Anggota DPRD Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Maryam, di Pondok Pesantren Daarul Abror Bangka, khususnya di kawasan keputrian, menyisakan kesan mendalam.
Tidak seperti biasanya, aspirasi yang disuarakan oleh para pelajar justru didominasi oleh isu-isu makro seperti perlindungan ketenagakerjaan dan infrastruktur publik.
Dalam sesi dialog, para santriwati di luar dugaan menunjukkan kesadaran politik dan kepedulian sosial yang sangat tinggi. Alih-alih mengusulkan program penunjang harian atau beasiswa pendidikan, mereka justru menyoroti roda pemerintahan yang sedang berjalan.
“Dari beberapa pertanyaan adik-adik kita tadi, yang menjadi perhatian salah satunya adalah sektor ketenagakerjaan. Mereka mengkhawatirkan perlindungan hak-hak mereka saat suatu saat nanti terjun ke dunia kerja,” ujar Maryam.
Selain isu ketenagakerjaan, para santriwati juga menyoroti kondisi sarana dan prasarana publik. Salah satu isu krusial yang diangkat adalah keluhan terkait kondisi jalan yang rusak di wilayah Belinyu. Keluhan ini sebelumnya juga telah ramai disuarakan oleh masyarakat melalui berbagai platform media sosial.
Menanggapi hal tersebut, Maryam menegaskan bahwa aspirasi ini wajib menjadi perhatian bersama, meskipun disuarakan oleh anak-anak usia pelajar.
“Sebenarnya yang di Belinyu itu, jika masuk dalam kewenangan jalan kabupaten, kita berharap pihak Pemerintah Kabupaten Bangka melihat sejauh mana urgensi perbaikannya. Kalau masyarakat sudah resah dan bersuara di media sosial hingga berbuntut panjang, ini berarti menjadi tamparan sekaligus teguran bagi kita semua, baik pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten, maupun kami di legislatif,” tegas Maryam.
Lebih lanjut, Maryam sangat mengapresiasi keberanian dan sikap kritis para santriwati. Menurutnya, kepedulian terhadap fasilitas publik, jalan, dan roda pemerintahan merupakan bentuk perhatian nyata terhadap lingkungan, serta bukti bahwa pendidikan karakter di pesantren tersebut berjalan dengan sangat baik.
“Masyarakat pada intinya menyampaikan apa yang mereka lihat dan rasakan. Cara mengekspresikannya memang berbeda-beda, tetapi intinya reses hari ini sangat menarik. Anak-anak yang masih muda ini ternyata menaruh perhatian besar terhadap proses pemerintahan dan politik. Mereka adalah tunas bangsa yang kepeduliannya sangat bagus untuk kita tindaklanjuti,” tutupnya. (BM)
Maryam Reses di Ponpes Daarul Abror







Komentar