PANGKALPINANG – Anggota Komisi IV DPRD Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Maryam, menyoroti pentingnya perencanaan matang dalam setiap program pemerintah, terutama yang melibatkan anggaran besar dan berdampak langsung pada masyarakat.
Hal itu disampaikan Maryam usai mengikuti rapat bersama mitra kerja di ruang rapat Komisi IV DPRD Babel, Kamis (6/11/2025).
Maryam menyebutkan, pembahasan dilakukan selama dua hari berturut-turut, pada 4 dan 5 November 2025, dengan sejumlah mitra kerja yang membidangi sektor pendidikan, sosial, pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak, BPBD, serta Biro Kesejahteraan Rakyat.
“Dalam kesempatan ini banyak hal yang kami diskusikan untuk menyempurnakan apa yang direncanakan oleh mitra,” ungkapnya.
“Kami memberi masukan, kritik, bahkan menegur jika program yang dirancang terlihat kurang matang dan belum memiliki arah tujuan yang jelas. Harapannya supaya program itu lebih inovatif dan maksimal,” imbuhnya.
Maryam mencontohkan, salah satu pembahasan yang menjadi perhatian yaitu rencana kegiatan Seleksi Lomba Tahfiz Qur’an yang diinisiasi oleh Biro Kesra.
Maryam mengapresiasi ide tersebut, namun menilai konsep pelaksanaan dan tindak lanjutnya perlu diperjelas agar tidak hanya menjadi kegiatan seremonial semata.
“Program ini sangat bagus dan kami antusias, karena bisa memotivasi anak-anak kita untuk mencintai Al-Qur’an,” ujarnya.
“Tetapi setelah lomba selesai, anak-anak ini mau dibina seperti apa? Apakah akan mewakili Bangka Belitung di ajang lain, atau dibimbing untuk pengembangan selanjutnya? Nah, ini yang belum ada kejelasan dari pihak Birokesra,” tegasnya.
Maryam juga menyoroti besaran anggaran kegiatan tersebut yang mencapai sekitar Rp700 juta, dengan alokasi bonus sebesar Rp600 juta lebih.
Dia juga menilai dengan anggaran sebesar itu, seharusnya program memiliki arah dan tujuan yang berkelanjutan.
“Anggarannya tidak sedikit. Jadi jangan sampai setelah seleksi selesai, semangat anak-anak hilang begitu saja karena tidak ada tindak lanjut. Sayang sekali kalau kegiatan bagus tidak disertai perencanaan yang matang,” tambahnya.
Selain itu, Maryam juga menyinggung soal penyaluran dana hibah kepada yayasan, musallah dan masjid yang menurutnya tidak bisa disamaratakan dengan satu besaran dana.
“Setiap yayasan dan masjid punya kebutuhan berbeda. Jadi jangan dipukul rata dengan angka yang terlalu minim. Harus ada pertimbangan proporsional agar bantuan itu benar-benar tepat sasaran,” tuturnya.
Maryam berharap agar setiap Perangkat Daerah dan Biro di lingkungan Pemprov Babel dapat lebih cermat dalam menyusun program, tidak hanya sekadar melaksanakan kegiatan tanpa arah yang jelas.
Menurutnya, konsep dan kesinambungan adalah kunci agar manfaat dari setiap program benar-benar dirasakan oleh masyarakat. (beritamitra.com)
Anggaran Ratusan Juta untuk Kegiatan Seleksi Lomba, Setelah Itu?
Rapat Kerja Komisi IV dengan Mitra


Komentar