PANGKALPINANG – Gubernur Kepulauan Bangka Belitung Hidayat Arsani menegaskan Badan Amil Zakat Nasional harus menjaga amanah dana umat dan memastikan seluruh bantuan disalurkan kepada masyarakat yang benar-benar membutuhkan.
Hal tersebut disampaikan Hidayat saat menghadiri penyerahan seragam dan perlengkapan sekolah tahun 2026 di SMKN 2 Pangkalpinang, Kamis (20/8/2026).
Hidayat meminta pengelolaan dana Baznas tidak dicampuradukkan dengan kepentingan politik. Menurutnya, Baznas memiliki tanggung jawab moral dan keagamaan dalam mengelola dana yang dipercayakan masyarakat.
”Saya berpesan, uang ini harus diberikan kepada penerima zakat dan kepada yang membutuhkan. Baznas tidak boleh berpolitik. Baznas urusan dengan Allah,” tegas Hidayat.
Ia bahkan mengingatkan agar pengelolaan Baznas tidak kembali terseret kepentingan politik seperti yang menurutnya pernah terjadi pada masa lalu.
”Saya tidak mau melihat lagi di zaman dulu, Baznas hampir Rp48 miliar uangnya habis digunakan untuk politik. Kalau Baznas bermain politik, tentu akan ada sanksi, baik di dunia maupun akhirat,” katanya.
Hidayat berharap Baznas Babel dapat terus memperkuat kolaborasi dengan pemerintah daerah untuk memperluas program yang menyentuh kebutuhan dasar masyarakat, khususnya bidang pendidikan dan kesehatan.
Dalam kesempatan tersebut, ia mengapresiasi penyaluran hampir 300 paket perlengkapan sekolah kepada siswa yang membutuhkan. Menurutnya, bantuan tersebut mungkin terlihat sederhana dari sisi nominal, namun memiliki manfaat besar bagi keluarga penerima.
Ia juga menyoroti program pendidikan Baznas yang memberikan kesempatan kepada anak-anak berprestasi untuk melanjutkan pendidikan ke luar daerah. Hidayat menyebut terdapat sejumlah siswa yang akan melanjutkan pendidikan ke Pulau Jawa, termasuk peluang bagi anak-anak Bangka Belitung untuk mengenyam pendidikan di Universitas Gadjah Mada (UGM).
”Kita ingin anak-anak ini menjadi pengganti-pengganti kami. Masa kami mungkin tinggal beberapa tahun lagi. Karena itu, kita harus mencari kader-kader terbaik untuk bangsa dan negara,” ujarnya.
Hidayat menilai pendidikan merupakan investasi penting untuk menyiapkan generasi penerus Bangka Belitung. Ia meminta masyarakat, khususnya anak-anak penerima bantuan, tidak mudah menyerah menghadapi keterbatasan.
”Jangan pikirkan hidup ini selalu dengan putus asa. Pikirkan bagaimana hidup ini dengan tantangan-tantangan yang hebat,” katanya.
Di sisi lain, Hidayat turut menyinggung kondisi keuangan Pemerintah Provinsi Babel. Ia menyebut pemerintah daerah masih menunggu penyelesaian tagihan sekitar Rp2,1 triliun kepada pemerintah pusat yang menurutnya telah tertunda sekitar dua setengah tahun.
Hidayat mengatakan apabila dana tersebut dapat direalisasikan, pemerintah daerah akan menggunakannya untuk kepentingan masyarakat dengan mengedepankan asas manfaat dan sesuai aturan.
”Kita akan gunakan dengan dasar asas manfaat, bukan asas keborosan atau asas yang tidak sesuai dengan aturan,” ujarnya.
Dalam sambutannya, Hidayat juga menekankan pentingnya peningkatan kualitas pendidikan sekaligus kesejahteraan tenaga pendidik.
Menurutnya, guru memiliki peran penting dalam membentuk generasi masa depan, namun hingga kini masih banyak guru yang kehidupannya belum sejahtera.
”Kita sadar pendidikan adalah nomor satu untuk masa depan anak kita. Dunia pendidikan sangat mahal, sementara para guru sampai hari ini masih banyak yang hidupnya pas-pasan,” tutup Hidayat. (BM)
Bantuan Baznas Harus Tepat Sasaran, Tak Boleh Dipolitisasi

Komentar