BANGKA SELATAN – Anggota DPRD Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Rina Tarol, menilai sektor pertanian di Desa Rias, Kabupaten Bangka Selatan, menghadapi persoalan yang membutuhkan penanganan segera.
Selain keterbatasan sarana pascapanen, kawasan sentra produksi padi tersebut juga dibayangi berkurangnya sumber air dan alih fungsi lahan pertanian.
Saat meninjau Unit Pelayanan Jasa Alat dan Mesin Pertanian (UPJA) Berkah Tani, Jumat (17/7/2025), Rina melihat proses pengolahan gabah hingga menjadi beras sekaligus berdiskusi dengan petani mengenai berbagai kendala yang mereka hadapi.
Keluhan utama petani adalah belum tersedianya mesin pengering gabah (dryer).
Pada musim hujan, gabah sulit dikeringkan sehingga kualitas beras menurun dan produksi tidak dapat dimaksimalkan.
Pengelola UPJA Berkah Tani mengatakan fasilitas yang dimiliki saat ini baru berupa empat unit traktor dan rotavator.
Menurut mereka, keberadaan mesin pengering menjadi kebutuhan mendesak agar hasil panen tetap terjaga sepanjang musim.
Rina menilai penguatan UPJA perlu menjadi perhatian pemerintah daerah.
Menurut dia, bantuan alat dan mesin pertanian semestinya didistribusikan secara lebih merata sehingga tidak hanya dinikmati kelompok tertentu.
“Jangan sampai alsintan hanya dikuasai beberapa pihak. Kita ingin UPJA bertambah sehingga manfaatnya dapat dirasakan lebih luas oleh petani,” kata Ketua DPD Partai Golkar Bangka Selatan itu di konfirmasi Mediaqu.id, Sabtu (18/7/2026).
Namun, menurut Rina, persoalan pertanian di Desa Rias tidak berhenti pada keterbatasan alat.
Ia menyebut berkurangnya debit sumber air serta semakin luasnya alih fungsi sawah menjadi perkebunan kelapa sawit berpotensi menggerus kapasitas produksi pangan daerah.
Padahal, Desa Rias selama ini dikenal sebagai salah satu kawasan penyangga ketahanan pangan di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.
Karena itu, ia meminta pemerintah segera menyusun basis data yang akurat mengenai perubahan luas lahan sawah, kondisi jaringan irigasi, serta ketersediaan sumber air.
Rina juga menyoroti rencana pembangunan pintu air dan saluran pembuangan menuju laut.
Menurut dia, proyek tersebut harus dihitung secara matang agar mampu mengurangi risiko banjir tanpa mengganggu pasokan air bagi areal persawahan.
Ia berharap persoalan yang disampaikan petani tidak berhenti sebagai catatan hasil kunjungan lapangan, melainkan ditindaklanjuti melalui kebijakan yang berpihak pada keberlanjutan sektor pertanian.
Bagi Rina, menjaga Desa Rias tetap produktif berarti menjaga salah satu penyangga ketahanan pangan Bangka Belitung di tengah meningkatnya tekanan terhadap lahan pertanian. (BM)
Rina Tarol Tinjau UPJA Berkah Tani Desa Rias

Komentar