Festival Nganggung 2026 di Masjid Raya Tuatunu

Admin
Festival Nganggung 2026 di Masjid Raya Tuatunu, Pangkalpinang, Selasa (25/8).
A-AA+A++

PANGKALPINANG – Ribuan dulang berisi makanan tersaji dalam Festival Nganggung 2026 di Masjid Raya Tuatunu, Pangkalpinang, Selasa (25/8/2026).

Festival ini digelar Pemerintah Kota Pangkalpinang melalui Dinas Pariwisata untuk memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW 12 Rabiul Awal 1448 Hijriah.

Mengusung tema “1000 Pintu 1000 Dulang”, kegiatan tersebut mengajak masyarakat membawa dulang dari rumah masing-masing. Sebagian warga membawa secara perorangan, sementara lainnya datang dalam kelompok.

Festival dibuka dengan penampilan drumband MAN Pangkalpinang, tari selamat datang, dan pembacaan ayat suci Al-Qur’an. Agenda kemudian dilanjutkan dengan peluncuran Kampung Zakat Tua Tunu dan tausiah keagamaan.

Wali Kota Pangkalpinang, Saparudin Masyarif mengatakan Nganggung merupakan tradisi masyarakat Bangka yang memiliki nilai sosial dan budaya.

Pemerintah, kata dia, tidak hanya ingin mempertahankan tradisi tersebut, tetapi juga menjadikannya bagian dari penguatan identitas daerah dan pengembangan pariwisata.

Menurut Saparudin, tema “1000 Pintu 1000 Dulang” menggambarkan keterlibatan masyarakat dalam membangun kebersamaan. Dulang yang dibawa warga, kata dia, memiliki makna lebih dari sekadar wadah makanan.

“Dulang bukan hanya tempat membawa makanan. Dalam tradisi Nganggung, dulang menjadi simbol berbagi dan kepedulian,” ujar Saparudin.

Makanan yang dibawa dari rumah kemudian dinikmati bersama. Tidak ada pemisahan berdasarkan latar belakang masyarakat. Semua duduk bersama dalam satu rangkaian tradisi.

“Dari banyak pintu, kita datang membawa kebaikan. Dari banyak dulang, kita membangun kebersamaan,” katanya.

Saparudin mengatakan pelestarian budaya perlu dilakukan dengan pendekatan yang dapat diterima generasi muda.

Tradisi lokal, menurut dia, tetap dapat dipertahankan tanpa harus kehilangan relevansi dengan perkembangan zaman.

“Warisan lokal bisa kita kemas dengan cara yang kekinian, menarik dan inklusif,” ujarnya.

Ia berharap Festival Nganggung dapat terus dikembangkan sebagai agenda budaya sekaligus bagian dari promosi pariwisata Pangkalpinang.

Rangkaian kegiatan ditutup dengan makan bersama. Warga menikmati hidangan yang telah dibawa menggunakan dulang.

Festival tersebut sekaligus menunjukkan bahwa Nganggung masih memiliki tempat dalam kehidupan masyarakat Bangka.

“Tradisi yang diwariskan secara turun-temurun itu menjadi ruang untuk berbagi makanan, mempererat hubungan sosial, dan merawat identitas budaya daerah,” tutupnya. (BM)

Tidak ada Respon

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar disini.

Tinggalkan Balasan