PANGKALPINANG – Rumah Sakit Umum Daerah Dr. (H.C.) Ir. Soekarno Provinsi Kepulauan Bangka Belitung terus memperkuat peran sosialnya dengan memfasilitasi bantuan biaya pengobatan bagi pasien yang kurang mampu melalui kerja sama dengan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas).
Plt. Direktur RSUD Soekarno Babel, H.M. Henri, menjelaskan mekanisme bantuan tersebut saat ditemui di Ruang Direktur, Rabu (19/11/2025).
“Di rumah sakit, kami memfasilitasi dan membantu pasien yang tidak mampu dalam hal pembiayaan. Biasanya kami buatkan usulan atau proposal ke Baznas. Nanti Baznas yang menilai kelayakannya. Kalau dinilai layak, Baznas akan memberikan bantuan langsung kepada pasien,” ujarnya.
Henri menegaskan, pihak rumah sakit hanya menjadi fasilitator dan saksi bahwa bantuan benar diserahkan kepada pasien yang bersangkutan.
“Bantuan itu diserahkan langsung dari Baznas ke pasien. Rumah sakit hanya menjadi saksi bahwa memang benar-benar diberikan,” jelasnya.
Menurut Henri, pengajuan bantuan tetap mengikuti ketentuan administrasi yang berlaku. Pasien wajib melampirkan nomor kontak, KTP, Kartu Keluarga, serta keterangan penyakit dan kebutuhan pembiayaan.
“Semua data itu kita serahkan ke Baznas. Biasanya Baznas juga akan mengonfirmasi langsung ke pasien, untuk memastikan kebenarannya,” tambahnya.
Henri menyebut, program fasilitasi bantuan ini bukan hal baru di RSUD Soekarno.
“Sebenarnya ini sudah lama, dimotori oleh teman kami di Kepala Bidang Keperawatan. Sejak saya masuk sini tahun 2021, program ini sudah berjalan dan kami rutinkan. Kalau kita lihat ada pasien yang memang tidak mampu, kita segera bantu,” tuturnya.
Henri mengungkan, belakangan jumlah pasien yang difasilitasi untuk mendapat bantuan Baznas semakin banyak, seiring seringnya rumah sakit berhadapan dengan pasien kurang mampu.
Lebih jauh, Henri menyampaikan harapannya agar RSUD Soekarno dapat benar-benar menjadi rumah sakit rujukan terbaik di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.
“Harapan kami ke depan, rumah sakit provinsi ini menjadi pusat rujukan terbaik. Untuk itu perlu dukungan banyak pihak dalam perbaikan dan pembenahan. Kami juga berharap seluruh karyawan peduli dengan perbaikan ini. Bukan hanya manajemen atau tenaga medis saja, tapi semua mulai dari petugas kebersihan sampai direktur, semuanya harus punya misi yang sama,” tegasnya.
Henri menutup dengan menegaskan komitmen RSUD Soekarno untuk terus memperbaiki pelayanan.
“Tujuan akhirnya supaya rumah sakit ini bisa memberikan layanan yang sebaik-baiknya untuk masyarakat,” pungkasnya. (Beritamitra.com)

Komentar