Studio Dian Tantra Berkembang Lewat Dukungan Rumah BUMN Belitung Bersama PT Timah

HEADLINE, PT TIMAH10 Dilihat

BELITUNG – PT TIMAH melalui Rumah BUMN Belitung terus mendukung para UMKM di Kabupaten Belitung untuk berkembang dengan mempromosikan produk agar semakin dikenal luas.

Hal inilah yang dirasakan Dian, pemilik Studio Dian Tantra yang mengembangkan usaha kerajinan yang yang digemarinya. Hobi yang ditekuni dengan konsisten bisa menjadi peluang usaha yang menjanjikan baginya.

“Alhamdulillah, sejak bergabung dengan Rumah BUMN Belitung, produk kami bisa lebih dikenal,” katanya.

Ia menceritakan, sejak usia dini dirinya telah memiliki ketertarikan pada berbagai pernak-pernik dan kerajinan tangan. Tanpa mengikuti pendidikan formal, ia mengasah kemampuannya secara otodidak hingga mampu menciptakan berbagai produk kreatif bernilai jual.

Perjalanan usahanya dimulai dari pesanan sederhana, yakni membuat seserahan pernikahan untuk seorang teman. Tak disangka, dari pengalaman tersebut pesanan mulai berdatangan dan menjadi titik awal berkembangnya usaha yang kini dikenal sebagai Studio Dian Tantra yang terletak di Jalan Padang Terkukur, Kecamatan Tanjungpandan, Kabupaten Belitung.

“Awalnya saya hanya membuat seserahan pernikahan untuk teman. Dari situ, Alhamdulillah mulai ada pesanan lain dan usaha ini terus berkembang,” ungkap Dian.



Seiring waktu, produk yang dihasilkan semakin beragam. Mulai dari kerajinan decoupage, dompet koin, tas, gantungan kunci, bros, gelang keramik, topi ecoprint, hingga lilin aromaterapi.

Setiap produk dibuat dengan sentuhan personal yang menjadi ciri khas tersendiri.Keunikan inilah yang membuat produk Studio Dian Tantra memiliki identitas kuat di tengah persaingan industri kerajinan yang semakin kompetitif. Tidak sekadar mengikuti tren, setiap karya mencerminkan karakter dan kreativitas sang pembuat.

Namun, di balik perkembangannya, Dian mengakui masih menghadapi sejumlah tantangan, terutama dalam hal ketersediaan bahan baku. Sebagian besar material harus didatangkan dari luar daerah karena keterbatasan supplier di Belitung.

“Tantangan kami saat ini adalah memenuhi permintaan pasar, sementara bahan baku harus didatangkan dari luar karena supplier di sini masih terbatas,” jelasnya.

Dalam hal pemasaran, Dian masih mengelola usahanya secara mandiri melalui platform digital serta mengikuti berbagai bazar. Meski hanya didukung dua karyawan, Studio Dian Tantra tetap mampu menjaga kualitas dan menghasilkan produk-produk eksklusif.

Dukungan juga datang dari Rumah BUMN Belitung yang dikelola PT TIMAH menjadi wadah pengembangan bagi pelaku UMKM. Dian mengaku terbantu, terutama dalam hal pemasaran dan peningkatan kapasitas usaha melalui berbagai pelatihan.

“Saya juga mendapatkan banyak pelatihan yang sangat membantu pengembangan usaha,” katanya. (*)

Sumber: www.timah.com

Komentar