Edi Nasapta Angkat Bicara Terkait Dua Peristiwa Ini

DPRD, HEADLINE29 Dilihat

PANGKALPINANG – Wakil Ketua DPRD Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Edi Nasapta, sangat menyayangkan sikap kasar petugas dan pramugari maskapai penerbangan Super Air Jet yang menolak buket bunga atau kembang potong untuk acara Cheng Beng.

Dalam video yang beredar, peristiwa tersebut diduga terjadi di Bandara Internasional Soekarno – Hatta di Tenggerang, Provinsi Banten, Jumat (3/4/2026) kemarin.

Adi Nasapta mengaku dirinya berada pada penerbangan Super Air Jet IU820 CKG-PGK tersebut, dan ikut menyaksikan bagaimana Pramugari dan petugas-petugas maskapai Super Air Jet menolak buket kembang potong yang akan dibawa dari Jakarta menuju ke Pakalpinang.

“Setelah saya mempelajari beberapa referensi, dan saya melihat lagi video ibu yang dilarang memasukkan kembang potongnya tersebut ke kabin, saya berasumsi bahwa kembang potong tersebut bukan hal yang dilarang untuk naik ke kabin besar,” ungkapnya.

“Terlebih lagi Avsek Bandara Soekarno-Hatta telah memperbolehkan sampai ke kabin tersebut. Hal ini sangat saya sayangkan, karena ini mencederai hak penumpang. Belum lagi dengan sikap kasar yang ditunjukkan oleh awak kabin, sangat kasar membentak-bentak dan tidak sopan,” tuturnya.

Edi Nasapta memohon kepada pihak manajemen Super Air Jet untuk memperbaiki kinerja para awak kabin dan para staf-staf lapangan, agar tidak terjadi lagi hal seperti ini.

“Karena ini harus sama kita sadari, bahwa penerbangan itu bisa sampai ke tempat tujuan karena ada penumpang. Dan penumpangnya di saat sekarang Bangka Belitung sedang ramai melaksanakan Cheng Beng, menghormati leluhur. Oleh karena itu kita harus hormat juga kepada tradisi warga Tionghoa kita di Bangka Belitung,” jelasnya.

Edi Nasapta mengaku sangat menyayangkan hal ini. Saat kejadian dirinya sudah menyampaikan beberapa peraturan, tetapi pihak pramugari dan para staf-staf lapangan Super AirJet tetap berkeras, bahwa hal ini tidak diperbolehkan naik ke dalam kabin, dan diturunkan dengan kata-kata yang cukup kasar.

“Mau Ibu yang turun atau kembang yang kami turunkan? Cukup kasar. Saya pikir itu tidak boleh dilakukan. Jarakkan saja seperlunya, kemukakan peraturannya, karena karantina pun tidak mewajibkan kembang potong tersebut dengan ukuran yang sedemikian. Kembang potong yang di bawa dari Jakarta menuju Bangka tidak memerlukan Karantina,” bebernya.

Politisi Partai NasDem itu juga menyatakan sangat prihatin pada 29 santri yang gagal diterbangkan menuju ke Jakarta beberapa hari lalu.

“Sudah sampai laporannya ke Polda Bangka Belitung. Semoga bisa ditindaklanjuti sesuai peraturan dan hukum yang berlaku. Karena ini adalah hak-hak konsumen. Dua hal ini terjadi di Bangka Belitung, dan dua hal ini menciderai kami,” katanya.

“Sebagai wakil rakyat Bangka Belitung mohon agar hukum bisa ditegakkan, dan mohon agar supaya manajemen Super AirJet memperbaiki sistem trainingnya. Jangan sampai karyawan-karyawan Super AirJet menciderai nama baik Super AirJet sendiri,” harapnya. (BM)

Komentar