PANGKALPINANG – Anggota Bapemperda sekaligus ketua Fraksi Demokrat Kebangkitan Bangsa DPRD Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Maryam, menyoroti sejumlah persoalan serius terkait aktivitas pertambangan di daerah, mulai dari kerusakan lingkungan akibat tambang ilegal, nasib pekerja, hingga keberadaan tambang di dekat jaringan listrik tegangan tinggi (SUTET).
Hal itu disampaikan pada saat RDP bersama Aliansi Masyarakat Terdzolimi (ALMASTER), Kamis (11/12/2025).
Maryam menilai pemerintah pusat belum memberikan kejelasan terkait penanganan lingkungan di wilayah tambang yang dikategorikan ilegal, sementara hasil tambangnya disita negara.
Setelah disita, timah tersebut kemudian dititipkan pemerintah kepada PT Timah, namun belum ada penjelasan mengenai tanggung jawab pemulihan lingkungannya.
“Ketika ilegal, daerah tidak dapat apa-apa. Tapi lingkungannya rusak. Lalu siapa yang memperbaikinya? Negara (pemerintah pusat) atau pemerintah daerah, sedangkan pemerintah daerah tidak ada anggaran yang diberikan atau yang dibagikan ke daerah atas timah hasil sitaan tersebut,” tegas Maryam.
Maryam menjelaskan bahwa masih perlu dipastikan apakah reklamasi di sejumlah titik dalam IUP PT Timah benar-benar telah diselesaikan.
Ia khawatir masih ada area yang belum direklamasi, sehingga dibutuhkan keterbukaan dan kejujuran dari pemerintah pusat terkait hal tersebut.
Selain itu, Maryam mengungkap temuan adanya aktivitas penambangan yang berada sangat dekat dengan SUTET di wilayah yang telah dialihkan ESDM kepada PT Timah.
“Itu radiusnya ratusan meter dari jaringan listrik. Pemerintah pusat harus turun melihat langsung. Mereka yang menyerahkan IUP itu, apakah tidak tahu ada SUTET di dalamnya?” katanya.
Maryam menegaskan bahwa seluruh kewenangan pertambangan kini berada pada pemerintah pusat, sehingga pusat harus menyempurnakan regulasi dan memastikan kewajiban terhadap daerah dipenuhi.
“Kami hanya melakukan pengawasan namun hasil pengawasan tindak lanjutnya ada di pusat. Maka regulasinya harus lengkap, dan kewajiban kepada daerah juga harus dipenuhi,” tutup Maryam. (Beritamitra.com)

Komentar