BANGKA – Tambatan perahu nelayan di Desa Kota Kapur, Kecamatan Mendo Barat, yang menjadi akses utama bagi masyarakat setempat, telah roboh akibat abrasi.
Kondisi ini membuat masyarakat bersama kepala desa terpaksa membangun jembatan darurat dari papan yang diikat tali untuk bisa dilalui.
Menanggapi hal tersebut, Anggota DPRD Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Maryam, turun langsung ke lokasi usai melaksanakan reses di SMAN 2 Mendo Barat, Jumat (19/9/2025). Ia didampingi oleh Kepala Bappeda Provinsi Babel.
“Sekarang kita berada di titik lokasi tambatan perahu nelayan Kota Kapur. Kebetulan tadi bersamaan dengan kegiatan reses, Kepala Desa dan perangkatnya menyampaikan aspirasi terkait tambatan perahu ini,” ungkapnya.
“Untuk melihat sejauh mana harus kita tindak lanjuti, maka bersama rombongan Kepala Bappeda Bangka Belitung, kami meninjau langsung ke lokasi ini,” katanya.
Maryam menegaskan, kondisi tambatan ini merupakan urat nadi bagi kehidupan nelayan. Tanpa akses yang layak, nelayan kesulitan memarkirkan perahu maupun melakukan aktivitas harian mereka.
“Kalau melihat situasi seperti ini, haruslah segera kita cari solusi. Ini menjadi urat nadinya nelayan. Karena kalau kita melihat di pesisir ini adalah tempat nelayan memarkirkan perahu mereka. Inilah sebenarnya akses utama mereka,” ujarnya.
Maryam berharap pemerintah provinsi segera membuat perencanaan yang baik agar masyarakat pesisir mendapat sarana pendukung yang layak.
Menurutnya, persoalan tambatan ini sejalan dengan program pembangunan jangka menengah provinsi, khususnya dalam aspek ketahanan pangan dan ekonomi masyarakat.
“Harapannya kita sudah melihat fakta seperti ini, no debat lah untuk masyarakat ini. Apalagi Pak Kepala Bappeda juga sudah memantau langsung. Kita berharap beliau bisa melaporkan situasi ini kepada Pak Gubernur Bangka Belitung,” tandasnya. (beritamitra.com)
Maryam Tinjau Tambatan Nelayan Kota Kapur



Komentar