Meriahnya ‎Festival Nganggung 2025 di Tuatunu Indah

PANGKALPINANG – Festival Nganggung 2025 yang digelar di halaman masjid Al Muqarrom Kampung Tua Tunu Indah, Pangkalpinang, Jumat (5/9/2025), berlangsung meriah dan penuh kebersamaan.

‎Acara ini dihadiri Wakil Gubernur Kepulauan Bangka Belitung, Hellyana, Wali Kota dan Wakil Wali Kota Pangkalpinang terpilih, Saparudin dan Desy, serta jajaran Forkopimda dan tokoh masyarakat.

‎Rangkaian acara dibuka dengan berbalas pantun, penampilan juara marching band festival pawai HUT ke-80 RI, atraksi pencak silat dari Persaudaraan Setia Hati Terate, hingga tarian sambut khas daerah. Kehadiran masyarakat dari berbagai kalangan semakin menambah semarak perayaan tahunan tersebut.

‎Penjabat Wali Kota Pangkalpinang, Muhammad Unu Ibnuddin, dalam sambutannya menyampaikan bahwa Festival Nganggung bukan sekadar ajang makan bersama, melainkan tradisi yang sarat makna kebersamaan dan persaudaraan. Tahun ini, festival mengangkat tema Nganggung Sedulang Seribu Kisah.

‎“Di setiap dulang yang kita bawa hari ini, tidak hanya ada makanan, tetapi juga cerita, doa, dan nilai kebersamaan yang diwariskan leluhur kita. Inilah identitas Pangkalpinang yang rukun, bersatu, dan berbudaya,” ungkapnya.

‎Unu menegaskan, bahwa tradisi nganggung menjadi simbol kerukunan masyarakat Pangkalpinang, sekaligus daya tarik budaya yang berpotensi memperkuat sektor pariwisata.

‎“Harapan saya, festival ini menjadi momentum untuk menumbuhkan rasa bangga terhadap budaya daerah, sekaligus mempererat silaturahmi di tengah masyarakat,” tambahnya.

‎Di akhir sambutan, Unu meresmikan Festival Nganggung 2025 dengan mengajak seluruh masyarakat untuk menjaga kebersihan, menikmati rangkaian acara dengan tertib, serta mengabadikan momen kebersamaan ini.

‎“Dengan Bismillahirrahmanirrahim, Festival Nganggung Tua Tunu 2025 resmi dibuka,” katanya disambut tepuk tangan meriah masyarakat.

‎Festival Nganggung sendiri telah menjadi ikon budaya Bangka Belitung, di mana masyarakat berkumpul membawa dulang berisi hidangan dari rumah masing-masing untuk dinikmati bersama sebagai simbol persaudaraan tanpa batas. (Adv)

Komentar