Monitoring Hasil Job Fair 2025

HEADLINE, PEMKOT509 Dilihat

PANGKALPINANG – Pemerintah Kota Pangkalpinang masih melakukan monitoring terhadap hasil pelaksanaan Job Fair yang digelar beberapa waktu lalu.

Dalam kegiatan tersebut, masing-masing perusahaan diminta menyerap tenaga kerja sesuai jumlah lowongan yang mereka tawarkan.

Kepala Dinas Tenaga Kerja Kota Pangkalpinang, Amrah Sakti mengatakan, pihaknya memberi waktu tiga bulan kepada perusahaan untuk melakukan proses seleksi hingga pelamar benar-benar diterima bekerja.

“Setiap perusahaan yang ikut Job Fair sebelumnya sudah menyampaikan jumlah lowongan yang disiapkan. Misalnya satu perusahaan menyediakan 10 lowongan, dan saat Job Fair ada 30 orang yang melamar ke mereka, maka kami minta dari 30 itu diserap 10 orang,” ungkapnya, Rabu.

Amran menegaskan bahwa pihaknya tidak menargetkan kuantitas semata dalam kegiatan ini, tetapi lebih mengutamakan keseriusan perusahaan dan pelamar dalam proses rekrutmen.

“Kalau bilang 10, ya ambil 10. Jangan bicara 10, tapi hanya serap 5. Itu tidak kami harapkan,” tegasnya.

Amran menjelaskan bahwa perusahaan diberikan keleluasaan selama tiga bulan untuk melakukan seluruh rangkaian seleksi, mulai dari wawancara, tes, hingga pengumpulan berkas.

Setelah proses itu rampung, perusahaan wajib melaporkan nama-nama yang diterima ke Dinas Tenaga Kerja.

“Dari situ kami akan cocokkan data yang masuk dengan data pelamar yang tercatat. Jangan sampai yang dilaporkan tidak ada namanya atau tidak pernah melamar. Semua harus transparan,” katanya.

Dari hasil pemantauan sementara, sektor perdagangan dan jasa menjadi bidang yang paling diminati pencari kerja. Hal ini sejalan dengan karakteristik Kota Pangkalpinang sebagai kota jasa.

“Yang paling banyak dilamar itu seperti Alfamart, JNE, hingga rumah sakit seperti Mitra Medika. Mereka menarik minat cukup tinggi,” jelasnya.

Tak hanya perusahaan lokal, pada Job Fair kali ini juga tersedia lowongan kerja untuk luar negeri. Namun, minat pelamar pada sektor ini dinilai belum signifikan.

“Mungkin karena masyarakat masih belum terbiasa bekerja di luar negeri. Padahal lowongan itu ada dan terbuka,” tambahnya.

Amran menyebut, jumlah pelamar yang tercatat secara langsung mencapai lebih dari 600 orang. Sementara itu, pendaftaran secara daring masih dibuka hingga satu minggu setelah penutupan kegiatan.

“Setelah acara resmi ditutup pukul 15.30, ternyata masih banyak masyarakat yang datang. Alasannya mereka baru tahu atau datang dari luar kota. Karena itu, kami tetap beri akses pendaftaran online sampai Jumat (1/8/2025),” tuturnya.

Amran mengingatkan, proses mendapatkan pekerjaan bukanlah hal yang mudah. Namun ia meyakini, kerja keras dan tekad yang sungguh-sungguh akan membawa hasil yang lebih dihargai.

“Pekerjaan itu bisa di mana saja. Jangan batasi diri hanya di Pangkalpinang. Yang penting adalah jaminan perlindungan dan kepastian kerja. Kalau ada kesempatan di luar daerah atau luar negeri, tidak ada salahnya diambil,” ujarnya.

Ia juga mencatat, mayoritas pelamar merupakan lulusan baru dari generasi Z. Karena itu, ia menilai penting adanya pengenalan terhadap dunia kerja sejak dini.

“Mereka masih minim pengalaman. Tapi kami harap, pekerjaan apa pun yang dijalani dengan sungguh-sungguh akan menjadi bekal dan tantangan yang membentuk kedewasaan,” pungkasnya. (beritamitra.com)

Komentar