Niken Oleh Bahan Ini Jadi Produk Kesehatan

PANGKALPINANG – Siswi Sekolah Menengah Kejuruan Negeri 1 Pangkalpinang, Niken, berhasil menciptakan produk obat untuk kesehatan dari bahan tanaman resam dan limbah kulit buah kakao.

Ya, siapa kira tanaman resam yang semulanya hanya dimanfaatkan batangnya saja untuk dijadikan anyaman sebagai kerajinan peci, sedangkan daunnya dibuang begitu saja, kini justru daunnya memiliki sebuah nilai jual yang bisa menjadi peluang usaha?

Beberapa peneliti telah melakukan kajian terhadap tanaman resam ini dan telah dipublikasi jurnalnya secara internasional.

Bahkan secara kajian empirical approach atau secara tradisi zaman dahulu, banyak masyarakat di desa mandi di air yang ditumbuhi oleh tanaman resam.

Orang-orang di zaman dahulu juga sangat jarang terkena penyakit kulit, terutama pada kepala dan rambut mereka subur, serta terbebas dari segala penyakit.

Tidak hanya resam, hal yang serupa pada buah kakao yang semula hanya diambil biji untuk dijadikan produk makanan, sedangkan kulit buahnya dibuang begitu saja.

Kini, kedua bahan baku daun tanaman resam dan kulit buah Kakao diubah oleh Niken menjadi sebuah sebuah produk obat berbentuk serum untuk mengatasi penyakit dermatitis, ketombe, psiorasis, bisul di kepala, kutu rambut bahkan bisa mengatasi pusing kepala hingga bisa menumbuhkan rambut.

Keprihatinan Niken terhadap penyakit dermatitis, ketombe atau psiorasis yang jika tidak disembuhkan akan berdampak kepada psikitis penderita, sehingga akan menimbulkan asam lambung, jantung dan penyakit serius lainnya.

Bahkan, ketombe atau serpihan dermatitis yang telah menjadi debu akan beterbangan dan saling mengkontaminasi manusia satu dengan manusia yang lainnya, oleh karena itu sangat diperlukan sebuah produk kesehatan yang alami dan tradisional.

Produk usaha ini diberi nama Rhe-Nique yang berarti Resam Yang Unik Dari Daerah Ku.

Walaupun usia yang sangat terbilang muda berusia 16 tahun namun lewat bimbingan gurunya Ardian Sufandi, dengan dibantu oleh kebijakan Kepala SMKN 1 Pangkalpinang, Kurnia Pratiwi, produk ini sangat laris dan diminati oleh banyak masyarakat.

Produk Rhe-Nique ini juga telah berekspansi dalam mengembangkan produknya hingga ada 6 jenis turunnya seperti growth hair roll on, pomade hijab, serum, sampo lembaran, powder, dan rempah SPA.

Produk Rhe-Nique ini sendiri telah dijual diberbagai marketplace dan berbagai jenis event yang ada di kawasan Pangkalpinang.

Untuk menghasilkan kualitas yang baik dengan mutu terbaik produk Rhe-Nique ini telah menjalin kerja sama untuk tahap pengujian dengan Laboratorium Kedokteran Universitas Bangka Belitung, dan BPOM Provinsi Bangka Belitung.

Saat ini produk Rhe-Nique juga sudah melewati proses Halal dari Majelis Ulama Indonesia.

Niken merasa sangat bangga diusianya yang masih 16 tahun, namun dia bisa merintis usaha ini dengan tanpa mengenyampingkan tugas utamanya adalah akademis atau belajar.

Omset pendapatan yang diraih Niken sangat terbilang fantastis dalam waktu satu bulan ini dengan penjualan online dan offline di kisaran Rp4 juta.

Hal yang sangat terbilang sangat baik untuk wirausaha pemula yang usahanya dirintis sejak desember 2025 dengan melalui serangkaian penelitian dan manajemen kewirausahaan yang dibantu oleh guru pembimbingnya Ardian Sufandi.

Kurnia Pratiwi merasa sangat bangga dan mendukung peserta didiknya memiliki sebuah usaha, sekolah selalu support dari berbagai hal demi menciptakan peluang untuk generasi setelah lulus nantinya.

“Alhamdulilah, produk Rhe-Nique yang dikembangkan oleh Niken ini akan mengikuti ajang perlombaan Festival Wirausaha Siswa Indonesia yang diselenggarakan oleh Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah tingkat nasional,” katanya. (*)

Komentar