‎Pemkot Pangkalpinang Diminta Perkuat Akurasi Anggaran 2026 Sejak Tahap Perencanaan

PANGKALPINANG – Pemerintah Kota Pangkalpinang mengikuti Entry Meeting Evaluasi Perencanaan dan Penganggaran Tahun 2026 yang digelar Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Perwakilan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Jumat (27/2/2026).

‎Kegiatan yang berlangsung di Smart Room Center Kantor Wali Kota Pangkalpinang juga dirangkai dengan penyampaian hasil evaluasi Sistem Pengendalian Intern Pemerintah (SPIP) Terintegrasi Tahun 2025.

‎Wakil Wali Kota Pangkalpinang, Dessy Ayutrisna, mengatakan evaluasi tersebut menjadi momentum untuk memastikan proses perencanaan tidak hanya administratif, tetapi benar-benar berdampak bagi masyarakat.

‎“Perencanaan dan penganggaran harus sinkron. Jangan sampai program sudah dirancang baik, tetapi realisasi anggarannya tidak tepat sasaran,” ujarnya usai mengikuti pertemuan.

‎Dalam arahannya, BPKP menekankan lima sektor strategis yang perlu menjadi fokus pemerintah daerah dalam penyusunan anggaran 2026, yakni kesehatan, pengentasan kemiskinan, penurunan stunting, ketahanan pangan, dan pendidikan.

‎Dessy menyebut, prioritas tersebut sejalan dengan kebutuhan riil masyarakat dan harus diterjemahkan secara konkret dalam dokumen perencanaan masing-masing perangkat daerah.

‎“Lima sektor ini bukan sekadar daftar prioritas, tetapi harus benar-benar tercermin dalam program dan kegiatan. Setiap OPD harus memastikan perencanaannya terukur dan bisa dipertanggungjawabkan,” katanya.

‎Selain membahas perencanaan 2026, forum tersebut juga mengulas hasil evaluasi maturitas SPIP Terintegrasi tahun 2025.

‎Evaluasi ini menjadi indikator penting dalam menilai efektivitas sistem pengendalian internal pemerintah daerah.

‎Menurut Dessy, penguatan SPIP bukan hanya soal kepatuhan administrasi, tetapi juga bagian dari komitmen membangun tata kelola yang transparan dan akuntabel.

‎“Evaluasi ini menjadi cermin bagi kita. Kalau sistem pengendalian kuat, maka potensi penyimpangan bisa dicegah sejak awal. Itu yang ingin kita perkuat bersama,” tegasnya.

‎Ia pun mengingatkan seluruh OPD agar lebih disiplin dalam setiap tahapan penyusunan anggaran, mulai dari perencanaan hingga pelaksanaan.

‎“Tujuan akhirnya sederhana, setiap rupiah yang dibelanjakan harus memberi manfaat nyata bagi masyarakat Pangkalpinang,” tutupnya.

‎Melalui evaluasi awal tersebut, Pemerintah Kota Pangkalpinang berharap proses penyusunan APBD 2026 dapat lebih terarah, berbasis prioritas, serta meminimalkan risiko ketidaktepatan penggunaan anggaran. (BM)

Komentar