Polresta Pangkalpinang Kerahkan 115 Personel

PANGKALPINANG – Kapolresta Pangkalpinang, AKBP Indra Wijatmiko, memastikan aksi penyampaian aspirasi yang digelar Emergency Response Pejuang Masyarakat (ERPEKAT) Provinsi Bangka Belitung di titik nol kilometer Pangkalpinang berjalan aman dan kondusif, Rabu (24/6/2026).

Dalam pengamanan aksi tersebut, Polresta Pangkalpinang mengerahkan sebanyak 115 personel untuk menjaga situasi tetap tertib selama kegiatan berlangsung.

“Kekuatan yang kami gunakan sebanyak 115 personel. Saya lihat semuanya berjalan kondusif. Kita sama-sama mendoakan agar semuanya berjalan dengan baik,” ujar AKBP Indra Wijatmiko.

Aksi yang dilakukan ERPEKAT Babel tersebut merupakan bentuk penyampaian aspirasi terkait dukungan terhadap keberlanjutan program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Selain melakukan aksi di titik nol kilometer Pangkalpinang, massa juga melakukan long march menuju kawasan Alun-Alun Taman Merdeka Pangkalpinang.

Kapolresta mengatakan, pengamanan dilakukan sebagai bentuk pelayanan kepolisian dalam memastikan masyarakat dapat menyampaikan pendapat dengan aman dan tertib.

Terkait informasi adanya rencana aksi lanjutan pada hari berikutnya, AKBP Indra Wijatmiko menyebut pihaknya masih menunggu perkembangan informasi.

Sementara itu, Ketua Umum ERPEKAT Babel, Ibnu Hajar dalam aksi tersebut menyampaikan penolakan terhadap penghentian program MBG.

Ia meminta pemerintah melakukan evaluasi dan memperbaiki sistem pelaksanaan program, bukan menghentikannya.

Menurut Ibnu, program MBG dinilai tidak hanya berkaitan dengan pemenuhan gizi anak-anak, tetapi juga memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat.

Adapun tuntutan dalam aksi tolak pemberhentian MBG :

1. Menolak penghentian Program Makan Bergizi Gratis (MBG) karena dinilai sebagai program yang memiliki tujuan baik untuk pemenuhan gizi anak bangsa.

2. Mendorong pemerintah melakukan evaluasi menyeluruh terhadap pelaksanaan MBG, bukan menghentikan programnya.

3. Meminta perbaikan sistem pelaksanaan MBG apabila ditemukan kekurangan, kelemahan, maupun kendala di lapangan.

4. Mendukung pengawasan dan transparansi program MBG agar berjalan tepat sasaran, berkualitas, dan memberikan manfaat bagi masyarakat.

5. Meminta pemerintah tidak mengorbankan masyarakat, khususnya anak-anak Indonesia, akibat persoalan teknis yang masih dapat diperbaiki.

6. Mendorong keberlanjutan MBG sebagai investasi masa depan bangsa dalam meningkatkan kualitas gizi dan generasi Indonesia. (BM)

Komentar