Rakor Bahas Pengendalian Inflasi dan Program 3 Juta Rumah

HEADLINE, PEMKOT430 Dilihat

‎PANGKALPINANG – Pemerintah Kota Pangkalpinang mengikuti rapat koordinasi pengendalian inflasi daerah dan evaluasi dukungan pemerintah daerah dalam program pembangunan 3 juta rumah yang digelar Kementerian Dalam Negeri RI melalui Zoom Meeting, Senin (25/8/2025).

‎Kegiatan tersebut diikuti oleh Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Kota Pangkalpinang, Juhaini, yang mewakili Penjabat Wali Kota Pangkalpinang.

‎Dalam paparannya, Juhaini menyampaikan perkembangan inflasi di Kota Pangkalpinang yang masih terkendali.

‎Berdasarkan data terakhir, inflasi Pangkalpinang berada pada urutan 136 secara nasional dengan angka 1,71% year on year. “Ini artinya masih terkendali dalam target nasional,” ujarnya.

‎Ia menjelaskan, pemantauan harga beras premium dan medium terus dilakukan secara nasional, termasuk di Pangkalpinang yang masuk dalam zona 2.

‎Harga eceran tertinggi beras medium ditetapkan Rp13.100 per kilogram, sementara beras premium Rp15.400 per kilogram. Namun demikian, evaluasi menunjukkan terjadinya kenaikan harga di beberapa pasar tradisional.

‎“Di Pasar Ratu Tunggal, harga rata-rata beras medium naik 6,87% menjadi Rp14.000 per kilogram. Sementara di Pasar Pagi atau Kampung Melayu, harga jual mencapai Rp13.990 per kilogram atau naik 6,80%,” jelas Juhaini.

‎Juhaini menambahkan, kenaikan harga ini bukan hanya terjadi di Pangkalpinang, tetapi juga di berbagai daerah di Indonesia.

‎Selain isu inflasi, rapat juga membahas evaluasi dukungan pemerintah daerah terhadap program pembangunan 3 juta rumah di Kota Pangkalpinang.

‎Juhaini menjelaskan, Pemkot Pangkalpinang telah menunjukkan komitmennya melalui Perwako Nomor 52 Tahun 2024 tentang pembebasan retribusi persetujuan bangunan gedung bagi masyarakat berpenghasilan rendah.

‎“Alhamdulillah, kebijakan ini sudah kita tindak lanjuti. Intinya, kita sangat mendukung program pembangunan 3 juta rumah di Kota Pangkalpinang,” tegasnya. (beritamitra.com)

Komentar