PANGKALPINANG – Pemerintah Kota Pangkalpinang mengikuti rapat koordinasi pengendalian inflasi daerah dan evaluasi dukungan pemerintah daerah dalam program pembangunan 3 juta rumah yang digelar Kementerian Dalam Negeri RI melalui Zoom Meeting, Senin (25/8/2025).
Kegiatan tersebut diikuti oleh Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Kota Pangkalpinang, Juhaini, yang mewakili Penjabat Wali Kota Pangkalpinang.
Dalam paparannya, Juhaini menyampaikan perkembangan inflasi di Kota Pangkalpinang yang masih terkendali.
Berdasarkan data terakhir, inflasi Pangkalpinang berada pada urutan 136 secara nasional dengan angka 1,71% year on year. “Ini artinya masih terkendali dalam target nasional,” ujarnya.
Ia menjelaskan, pemantauan harga beras premium dan medium terus dilakukan secara nasional, termasuk di Pangkalpinang yang masuk dalam zona 2.
Harga eceran tertinggi beras medium ditetapkan Rp13.100 per kilogram, sementara beras premium Rp15.400 per kilogram. Namun demikian, evaluasi menunjukkan terjadinya kenaikan harga di beberapa pasar tradisional.
“Di Pasar Ratu Tunggal, harga rata-rata beras medium naik 6,87% menjadi Rp14.000 per kilogram. Sementara di Pasar Pagi atau Kampung Melayu, harga jual mencapai Rp13.990 per kilogram atau naik 6,80%,” jelas Juhaini.
Juhaini menambahkan, kenaikan harga ini bukan hanya terjadi di Pangkalpinang, tetapi juga di berbagai daerah di Indonesia.
Selain isu inflasi, rapat juga membahas evaluasi dukungan pemerintah daerah terhadap program pembangunan 3 juta rumah di Kota Pangkalpinang.
Juhaini menjelaskan, Pemkot Pangkalpinang telah menunjukkan komitmennya melalui Perwako Nomor 52 Tahun 2024 tentang pembebasan retribusi persetujuan bangunan gedung bagi masyarakat berpenghasilan rendah.
“Alhamdulillah, kebijakan ini sudah kita tindak lanjuti. Intinya, kita sangat mendukung program pembangunan 3 juta rumah di Kota Pangkalpinang,” tegasnya. (beritamitra.com)
Rakor Bahas Pengendalian Inflasi dan Program 3 Juta Rumah

Komentar