Sektor Perumahan dan Permukiman Memiliki Dampak Luas

HEADLINE, PEMKOT382 Dilihat

PANGKALPINANG – Pemerintah Kota Pangkalpinang menegaskan komitmennya dalam mendorong pembangunan kawasan permukiman yang layak dan terjangkau bagi masyarakat.

‎Hal tersebut disampaikan Asisten Perekonomian dan Pembangunan, Juhaini, saat mewakili Pj Wali Kota Muhammad Unu Ibnudin dalam kegiatan Sharing Session bersama Dirjen Kawasan Permukiman Kementerian Perumahan dan Permukiman RI, di La Terrase Bistro, Jum’at, (1/8/2025).

‎Juhaini menyampaikan bahwa sektor perumahan dan permukiman memiliki dampak luas terhadap kualitas hidup masyarakat. Namun, ia mengakui masih banyak tantangan yang dihadapi, khususnya di wilayah kepulauan seperti Bangka Belitung.

‎“Di tengah pertumbuhan penduduk dan urbanisasi, kita dihadapkan pada keterbatasan lahan, harga rumah yang belum terjangkau bagi masyarakat berpenghasilan rendah, serta kebutuhan infrastruktur dasar yang mendesak seperti air bersih, sanitasi, dan drainase,” ujar Juhaini.

‎Ia berharap kegiatan ini menjadi wadah reflektif dan solutif dalam merumuskan kebijakan pembangunan permukiman, khususnya untuk daerah kepulauan.

‎Menurutnya, kerja sama dengan pemerintah pusat, khususnya melalui Ditjen Kawasan Permukiman, sangat penting untuk mempercepat pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat.

‎“Forum ini kami harapkan dapat menjadi ruang diskusi terbuka yang mampu menghadirkan solusi konkret dan peluang kerja sama lintas sektor,” lanjutnya.

‎Pemkot Pangkalpinang sendiri telah menjalankan sejumlah program seperti peningkatan kualitas Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) dan penataan kawasan kumuh berbasis kolaborasi dengan masyarakat dan stakeholder.

‎“Kami percaya bahwa keberhasilan pembangunan permukiman tidak bisa dilakukan sendiri. Sinergi antara pemerintah pusat, daerah, pelaku usaha, dan masyarakat adalah kunci utama,” tegasnya. (beritamitra.com)

Komentar