Upaya PT TIMAH Tingkatkan Kualitas Hidup Karyawan

HEADLINE, PT TIMAH45 Dilihat

PANGKALPINANG – Dalam upaya meningkatkan pemahaman karyawan terhadap pentingnya menjaga kesehatan, PT TIMAH (Persero) menggelar kegiatan edukasi kesehatan yang berkolaborasi dengan PT Bakti Timah yang dilaksanakan di Graha Timah, Jumat (17/4/2026).

Edukasi kesehatan ini diikuti oleh para karyawan PT TIMAH dari berbagai unit kerja dan menghadirkan narasumber Dokter Spesialis Penyakit Dalam, dokter Tohari, yang membahas ‘Tips Menjaga Kesehatan Lambung di Tengah Kesibukan Kerja’.

Program ini menjadi bagian dari komitmen PT TIMAH dalam menciptakan lingkungan kerja yang sehat dan produktif serta upaya perusahaan dalam meningkatkan kualitas kesehatan karyawan.

VP Business Development & Marketing PT Bakti Timah, Erwina Agustin, menyampaikan bahwa edukasi kesehatan ini merupakan upaya dalam meningkatkan kesadaran karyawan terhadap pentingnya menjaga kesehatan, khususnya penyakit lambung yang kerap dianggap sepele.

Menurutnya, gangguan lambung merupakan salah satu keluhan kesehatan yang cukup umum terjadi di masyarakat, termasuk di Bangka Belitung.

Oleh karena itu, pemahaman terkait penyebab, pencegahan, serta penanganannya menjadi hal yang sangat penting.

“Di PT Bakti Timah Medika, kami menyediakan layanan penyakit dalam beserta fasilitas penunjang untuk konsultasi dan pemeriksaan lebih lanjut. Kami berkomitmen memberikan pelayanan yang komprehensif dan paripurna bagi karyawan maupun masyarakat,” ujar Erwina.

Sementara dokter Tohari dalam paparannya menjelaskan, salah satu gangguan lambung yang sering terjadi adalah Dyspepsia Syndrome dan GERD (Gastroesophageal Reflux Disease).

GERD merupakan kondisi ketika isi lambung naik ke kerongkongan bahkan saluran pernapasan, sehingga menimbulkan gejala yang mengganggu dan dapat menurunkan kualitas hidup penderitanya.

“Gejala GERD yang umum antara lain heartburn atau rasa terbakar di dada, regurgitasi berupa rasa asam atau pahit di lidah, nyeri dada, hingga tenggorokan kering. Gejala ini bisa ringan hingga berat dan sangat memengaruhi aktivitas sehari-hari,” jelas dr. Tohari.

Ia menyebutkan beberapa faktor penyebab GERD di antaranya kebiasaan merokok, obesitas, konsumsi alkohol, stres atau kecemasan, serta pola makan yang tidak sehat seperti konsumsi makanan pedas, asam, cokelat, tinggi lemak, kopi, dan minuman bersoda.

Lebih lanjut, dr. Tohari mengingatkan pentingnya mengenali tanda bahaya gangguan lambung, seperti sulit menelan, batuk berulang, pendarahan, dan nyeri saat menelan.

Jika mengalami gejala tersebut, masyarakat disarankan segera melakukan pemeriksaan medis.

Untuk penanganan, ia menekankan pentingnya perubahan gaya hidup, seperti menurunkan berat badan bagi penderita obesitas, menghindari makanan dan minuman pemicu refluks, tidak makan minimal tiga jam sebelum tidur, serta menghindari rokok dan alkohol.

Bagi penderita gangguan lambung yang tetap ingin mengonsumsi kopi, dr. Tohari memberikan beberapa tips, di antaranya tidak minum kopi saat perut kosong, menghindari konsumsi kopi di malam hari, memilih jenis kopi yang lebih ramah lambung, serta membatasi konsumsi maksimal satu gelas per hari. (*)

Sumber: www.timah.com

Komentar