Lubang Camuy di Samping Rumah Bikin Warga Cemas

HEADLINE, KAMTIMBAS408 Dilihat

BANGKA – Warga Desa Tanjung Ratu, Kabupaten Bangka merasa sangat terganggu dengan aktivitas tambang timah yang diduga ilegal beroperasi hanya sekitar 10 meter dari bibir jalan raya dan sangat dekat dengan pemukiman.

Kardi, yang rumahnya paling dekat dari lubang camuy tambang tersebut mengatakan, kondisi itu membuat warga khawatir rumahnya sewaktu-waktu amblas atau longsor akibat getaran dan takut labilnya tanah di sekitar lokasi.

“Lubang itu persis di samping rumah saya, besar sekali dan dalam. Setiap malam kami susah tidur karena takut tanah runtuh. Anak-anak pun sering menangis karena mendengar suara mesin tambang,” ungkap Kardi warga Tanjung Ratu, Minggu (24/08/2025).

Informasi yang diterima awak media, para penambang kerap bersikap menantang saat diminta menghentikan aktivitas. Padahal, warga setempat datang dan bicara secara baik-baik.

Warga setempat juga meminta aparat penegak hukum segera turun tangan untuk menindak sekaligus menangkat pelaku tambang timah yang diduga ilegal tersebut.

Sebagian warga yang protes keras akibat aktivitas tersebut, karena tempat tinggalnya berdampingan langsung dengan lubang tambang berdiameter besar dan kedalaman puluhan meter, yang jaraknya hanya 3-4 meter dari samping rumahnya.

Rumah Bersebelahan dengan Lubang Tambang

Bedasarkan bukti rekaman video yang diterima redaksi media ini, lubang tambang atau camuy menganga hanya sepelemparan batu dari jalan utama desa.

Dari permukaan, terlihat jelas aktivitas pekerja yang terus menggali. Debu beterbangan, sementara suara mesin menderu pada siang hari.

Di sisi lain, jarak aktivitas tambang illegal tersebut hanya berjarak 10 meter dari bibir jalan raya Desa Tanjung Ratu.

“Saya takut rumah saya tiba-tiba roboh. Kalau nanti retak di tembok makin hari makin lebar Bagaimana. Kami sudah berulang kali protes, tapi tidak ada yang peduli,” katanya.

“Sudah kami larang, tapi dia malah bilang tidak peduli. Seolah merasa kebal hukum. Padahal kami yang tinggal di sini, kami yang akan kena musibah kalau longsor terjadi,” bebernya.

Kondisi ini menimbulkan kegeraman di kalangan warga setempat. Mereka merasa hak atas lingkungan yang aman terabaikan hanya demi kepentingan segelintir orang yang mencari keuntungan.

Ancaman Lingkungan Serius

Praktik tambang timah ilegal yang masuk hingga ke permukiman bukanlah persoalan sepele.

Lubang galian yang dibiarkan terbuka dapat memicu longsor, banjir, hingga penyakit akibat genangan air.

Kasus di Tanjung Ratu menambah deretan panjang masalah tambang timah ilegal yang kerap merugikan masyarakat.

Tanpa pengawasan dan tindakan tegas, masyarakatlah yang harus menanggung dampak sosial, ekonomi dan lingkungan. (*)

Sumber: buletinexpres.com

Komentar