Didit Minta Penyaluran BBM Subsidi untuk Nelayan Ditata Ulang

Admin
Audiensi bahas kelangkaan BBM bersubsidi untuk nelayan, Rabu (1/7).
A-AA+A++

‎PANGKALPINANG – Ketua DPRD Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Didit Sri Gusjaya, menyoroti penyaluran subsidi solar untuk nelayan yang diduga tidak tepat sasaran.
‎
‎Hal itu di sampaikan Didit di ruang kerjanya, Rabu (1/7/2026). Ia menyebut banyak nelayan tidak mendapatkan jatah subsidi sesuai ketentuan.
‎
‎“Subsidi nelayan solarnya hilang. Ada yang seharusnya dapat sebulan 2.000 liter, dapatnya hanya 800 liter. Bayangkan. Artinya, hak mereka untuk mendapatkan subsidi ternyata tidak tepat sasaran,” ujar Didit.
‎
‎Ia mengapresiasi respons cepat Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan dan GM Pertamina yang hadir dalam pembahasan.
‎
‎Menurutnya, Dinas Kelautan berkomitmen menyelesaikan pendataan nelayan yang berhak menerima subsidi dalam waktu 2 minggu, mulai 1 Juli 2026.
‎
‎“Setelah data ini didapat, kita akan undang. Sistem penyaluran dan pengawasannya akan melibatkan TNI, Kepolisian, dan Kejaksaan. Ini agar ada efek jera, karena ini hak subsidi rakyat,” katanya.
‎
‎Didit menegaskan subsidi merupakan hak nelayan yang bekerja di laut dengan risiko tinggi.
‎
‎Ia meminta pihak yang tidak bertanggung jawab menghentikan praktik yang merugikan nelayan.
‎
‎“Bayangkan mereka malam-malam meninggalkan istri dan anak hanya untuk melaut mencari ikan. Apalagi jika subsidi yang harus mereka dapatkan tidak diterima. Kalau memang tidak bisa membantu, tolong jangan ambil hak mereka,” tegasnya.
‎
‎Ia menambahkan, DPRD bersama pemerintah akan menata ulang penyaluran BBM subsidi agar lebih tepat sasaran di seluruh Bangka Belitung.
‎
‎Langkah itu diambil setelah banyak keluhan nelayan muncul di media sosial terkait hilangnya solar subsidi.
‎
‎“DPRD wajib menindaklanjuti ini. Kita sudah mendengar langsung curahan hati mereka,” tutup Didit. (BM)