Jumlah RT dan RW Masih Ideal

HEADLINE, PEMKOT36 Dilihat

PANGKALPINANG – Pemerintah Kota Pangkalpinang memastikan jumlah Rukun Tetangga (RT) dan Rukun Warga (RW) saat ini masih ideal dalam mendukung pelayanan kepada masyarakat.

Di sisi lain, total anggaran insentif bagi RT, RW, dan sekretarisnya mencapai miliaran rupiah setiap tahun.

Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setdako Pangkalpinang, Agustu Efendi, mengungkapkan saat ini terdapat 114 RW dan 355 RT yang tersebar di 42 kelurahan.

“Sejauh ini tidak ada perubahan jumlah RT dan RW. Totalnya 114 RW dan 355 RT di 42 kelurahan,” ungkap Agustu, Rabu (22/4/2026).

Menurutnya, jumlah tersebut dinilai masih ideal dalam mengakomodasi pelayanan langsung kepada masyarakat di tingkat lingkungan.

“Jumlah RT dan RW yang ada selama ini sudah ideal dalam meng-cover pelayanan kepada masyarakat,” katanya.

Terkait rencana pemekaran wilayah, Agustus menegaskan hingga saat ini belum ada kebijakan ke arah tersebut.

“Sejauh ini belum ada rencana pemekaran RT dan RW,” tambahnya.

Sementara itu, pemerintah kota tetap memberikan insentif kepada pengurus RT dan RW sebagai bentuk dukungan terhadap peran mereka.

Besaran insentif untuk RT dan RW masing-masing Rp1 juta per bulan, sedangkan sekretaris menerima Rp850 ribu per bulan.

“Perlu digarisbawahi, ini insentif, bukan gaji,” jelasnya.

Ia menambahkan, sumber anggaran insentif tersebut berasal dari APBD Kota Pangkalpinang.

Jika dihitung secara keseluruhan, total penerima insentif baik RT maupun RW mencapai 448 orang.

Dengan besaran Rp1 juta per bulan, maka kebutuhan anggaran untuk RT dan RW mencapai Rp448 juta per bulan.

Selain itu, sekretaris RT dan RW dengan jumlah yang sama, yakni 448 orang, menerima Rp850 ribu per bulan, sehingga total anggaran mencapai Rp380,8 juta per bulan.

Dengan demikian, total anggaran insentif RT, RW, dan sekretaris setiap bulan mencapai Rp828,8 juta.

Jika diakumulasikan dalam setahun, anggaran tersebut mencapai sekitar Rp9,945 miliar.

“Kalau dihitung totalnya memang cukup besar, karena per bulan saja mencapai lebih dari Rp800 juta,” ungkap Agustus.

Ia menegaskan, peran RT dan RW sangat strategis sebagai ujung tombak pelayanan pemerintah yang bersentuhan langsung dengan masyarakat.

Karena itu, pemerintah berharap RT dan RW dapat terus meningkatkan koordinasi serta berkolaborasi dengan kelurahan dan kecamatan.

“Harapan Bapak Wali Kota, RT dan RW dapat membantu menyukseskan program prioritas pembangunan serta tetap menjadi garda terdepan dalam pelayanan kepada masyarakat,” tutupnya. (BM)

Komentar