Maryam Soroti Rehabilitasi SMAN 1 Merawang Yang Dinilai Tidak Maksimal

Perlu Evaluasi

DPRD, HEADLINE50 Dilihat

BANGKA – Anggota Komisi IV DPRD Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Maryam, meninjau pelaksanaan pekerjaan rehabilitasi di SMAN 1 Merawang, Kabupaten Bangka, pada Kamis (8/1/2026).

‎Dalam peninjauan tersebut, Maryam menyoroti hasil pekerjaan yang dinilai tidak maksimal akibat perencanaan yang kurang detail, terutama pada fasilitas ruang WC guru.

‎Adapun pekerjaan yang sedang dilaksanakan merupakan Belanja Pemeliharaan Gedung dan Bangunan (Rehabilitasi Ruang Guru/Kepala Sekolah/TU SMAN 1 Merawang) berdasarkan Nomor Kontrak: 421/007/SP/REHABRG-SMAN1 MERAWANG/DINDIK/2025 dan menggunakan dana APBD.


‎Maryam mengatakan bahwa anggaran tersebut telah disetujui DPRD dengan harapan pelaksanaan program benar-benar menyentuh bagian prioritas sesuai kebutuhan sekolah.

‎Namun, saat di lapangan, Maryam mendapati ruang WC guru justru tidak tersentuh perbaikan meskipun kondisinya dinilai tidak layak.

‎Menurut keterangan pihak sekolah, ruang WC tersebut sebelumnya memiliki bak mandi, namun karena terjadi rembesan dan pergantian kloset yang membuat ruang semakin sempit, bagian dinding akhirnya dibobok.

‎Kendati demikian, dinding yang rusak tidak termasuk dalam rencana perbaikan.

‎“Ruang guru diperbaiki, kloset baru sudah terpasang, tetapi air masih pakai ember dan dinding dibiarkan begitu saja. Program seperti ini akhirnya tidak maksimal. Masa harus ada program khusus lagi hanya untuk memperbaiki WC? Kerja dua kali jadinya,” tegas Maryam.

‎Ia juga menilai kondisi serupa tidak hanya terjadi pada satu WC, namun pada seluruh ruang WC guru yang ada.

‎Menurutnya, hal ini menunjukkan lemahnya perencanaan teknis dalam penyusunan pekerjaan yang berdampak pada kualitas hasil akhir.

‎Maryam berharap Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, melalui dinas terkait, dapat melakukan evaluasi menyeluruh terhadap perencanaan setiap paket rehabilitasi agar anggaran tidak sia-sia dan pekerjaan tidak perlu diulang.

‎“Kami tidak ingin terus-menerus mengkritik. Tapi faktanya, ketika hal seperti ini muncul, mau tidak mau kami harus menyampaikan. Ke depan perencanaan harus lebih detail supaya hasilnya benar-benar maksimal dan tidak menimbulkan pekerjaan tambahan,” ujarnya.

‎Dengan adanya temuan ini, Maryam meminta dinas teknis meninjau ulang penyusunan perencanaan dan pelaksanaan program agar fasilitas sekolah dapat digunakan dengan layak sesuai target rehabilitasi. (BM)

Komentar