‎Pemkot Pangkalpinang Ikuti Rakor Pengendalian Inflasi dan Evaluasi Program 3 Juta Rumah

HEADLINE, PEMKOT54 Dilihat

PANGKALPINANG – Pemerintah Kota Pangkalpinang mengikuti Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi Daerah yang dilanjutkan dengan evaluasi Program 3 Juta Rumah bersama Kemendagri melalui Zoom Meeting, Senin (15/12/2025). Kegiatan tersebut berlangsung di Ruang SRC Kantor Wali Kota Pangkalpinang.

‎Rapat tersebut dihadiri Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Kota Pangkalpinang, Juhaini, yang mewakili Wali Kota Pangkalpinang.

‎Juhaini menyampaikan bahwa dalam rapat tersebut dipaparkan kondisi inflasi nasional maupun daerah.

‎Inflasi nasional tercatat sebesar 2,72 persen, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung sebesar 2,87 persen, sementara Kota Pangkalpinang berada pada angka 2,67 persen.

‎“Inflasi Kota Pangkalpinang berada di antara Kabupaten Belitung Timur dan Tanjung Pandan. Inflasi tertinggi terjadi di Belitung Timur sebesar 3,59 persen dan terendah di Tanjung Pandan sebesar 1,67 persen,” jelas Juhaini.

‎Ia menyebutkan, kelompok makanan, minuman, dan tembakau menjadi penyumbang inflasi terbesar dengan andil sebesar 2,53 persen.

‎Komoditas utama penyumbang inflasi antara lain cabai sebesar 0,23 persen, ikan tenggiri 0,20 persen, serta emas perhiasan sebesar 0,07 persen.

‎Menurut Juhaini, kenaikan tersebut dipengaruhi oleh meningkatnya permintaan menjelang Natal dan Tahun Baru, kondisi cuaca ekstrem yang menyebabkan nelayan menunda melaut, serta kenaikan harga emas yang dipicu pergerakan emas sebagai safe haven.

‎Selain itu, dalam rapat juga disampaikan adanya peningkatan harga sejumlah komoditas pangan strategis di berbagai daerah di Indonesia.

‎Oleh karena itu, pemerintah daerah diminta untuk melakukan inspeksi mendadak (sidak) guna memantau harga dan ketersediaan pangan.

‎“Daerah diminta untuk melakukan sidak sebagai upaya pengendalian inflasi, khususnya terkait pemantauan harga pangan strategis,” tutup Juhaini. (Beritamitra.com)

Komentar