PANGKALPINANG, MEDIAQU.id – Sebanyak 12 stan UMKM turut meramaikan Bazar Cumasi Durian Bangka Belitung 2026 yang digelar di Destar Point, Kota Pangkalpinang, pada 4–12 Juli 2026.
Kehadiran para pelaku usaha lokal menjadi bagian penting dari upaya Pemerintah Kota Pangkalpinang dalam menggerakkan ekonomi kerakyatan melalui pemanfaatan ruang publik.
Di tengah semarak bazar durian, para pelaku UMKM memanfaatkan momentum tersebut untuk memasarkan beragam produk unggulan.
Mulai dari makanan khas Bangka Belitung, minuman kekinian, camilan tradisional, hingga aneka kerajinan tangan dipajang di setiap stan untuk menarik perhatian pengunjung.
Ramainya masyarakat yang datang berburu durian memberikan peluang besar bagi para pelaku usaha untuk meningkatkan penjualan.
Tidak hanya peserta bazar, pedagang dan usaha yang berada di sekitar kawasan Destar Point juga diperkirakan ikut menikmati dampak positif dari meningkatnya aktivitas ekonomi selama acara berlangsung.
Kepala Dinas Koperasi, UMKM, dan Perdagangan Kota Pangkalpinang, Muhammad Yasin, mengatakan penyelenggaraan bazar tidak hanya bertujuan mempromosikan durian lokal, tetapi juga memberikan ruang yang lebih luas bagi UMKM untuk memperkenalkan produk unggulannya kepada masyarakat.
Menurutnya, bazar menjadi wadah yang efektif untuk mempertemukan pelaku usaha dengan konsumen secara langsung.
Semakin banyak pengunjung yang datang, semakin besar pula peluang transaksi yang dapat meningkatkan pendapatan para pelaku UMKM.
“Melalui kegiatan ini, kami ingin UMKM mendapatkan manfaat nyata. Pengunjung yang datang untuk menikmati durian juga bisa melihat dan membeli produk-produk lokal. Ini menjadi kesempatan yang baik bagi UMKM untuk memperluas pasar,” ujar Yasin kepada Mediaqu.id, Senin (6/7/2026).
Ia menambahkan, keberadaan stan UMKM melengkapi daya tarik Bazar Cumasi Durian Bangka Belitung. Pengunjung tidak hanya menikmati durian khas Bangka Belitung yang sedang memasuki musim panen, tetapi juga dapat berburu kuliner dan produk kreatif yang dihasilkan pelaku usaha lokal.
Bazar tersebut diharapkan menjadi magnet bagi wisatawan lokal maupun masyarakat dari berbagai daerah di Bangka Belitung.
Dengan konsep yang memadukan festival durian, wisata kuliner, dan promosi produk UMKM, Destar Point diproyeksikan menjadi salah satu pusat keramaian baru di Kota Pangkalpinang selama penyelenggaraan acara.
Pemerintah Kota Pangkalpinang optimistis kolaborasi antara pemerintah, komunitas durian, pelaku UMKM, dan masyarakat akan memberikan dampak ekonomi yang berkelanjutan.
Tidak hanya meningkatkan omzet para pedagang, tetapi juga memperkuat posisi Destar Point sebagai ruang publik yang produktif dan menjadi destinasi favorit masyarakat.
“Ke depan diharapkan dapat menjadi agenda tahunan yang mampu mengangkat potensi produk lokal, memperluas promosi UMKM, sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif di Kota Pangkalpinang,” pungkas Yasin. (BM)
Stand UMKM Turut Ramaikan Bazar Durian Cumasi 2026

Komentar